banner 728x90

Berita  

Waket DPN HKTI Dorong DPC Suarakan Kepentingan Petani Lokal, Perkuat Gapoktan dan Koperasi

JAYAPURA, Jelajahpapua.com – Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi serta Litbang dan Kajian Strategis Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Drs. H. Manimbang Kahariady, meminta seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI di Papua lebih aktif menyuarakan kepentingan petani lokal.

Manimbang menegaskan, keberadaan HKTI harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Karena itu, pengurus HKTI di tingkat daerah diminta tidak hanya menjalankan organisasi secara administratif, tetapi hadir langsung mendengar persoalan dan kebutuhan petani.
“Yang paling utama adalah menyuarakan kepentingan petani yang ada di sini, karena tujuan HKTI untuk mengurus petani, bukan sebaliknya,” tegas Manimbang.

Menurutnya, DPC HKTI memiliki posisi penting sebagai penghubung antara masyarakat, khususnya petani, dengan pemerintah. Peran tersebut diperlukan agar berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat disampaikan dan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan.

Ia mendorong pengurus DPC HKTI di daerah untuk lebih inovatif dan kreatif dalam membangun organisasi serta membuka ruang seluas-luasnya bagi petani untuk bergabung.
“Saya berharap mereka lebih inovatif dan kreatif agar banyak elemen masyarakat, khususnya petani, bisa bergabung. Dengan begitu, kita bisa mendorong kebijakan-kebijakan yang lebih memberikan manfaat bagi petani lokal,” ujarnya.

Selain memperkuat organisasi, Manimbang juga mendorong DPC HKTI membentuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di berbagai wilayah. Menurutnya, Gapoktan dapat menjadi wadah bagi petani untuk menyampaikan keluhan, kebutuhan, sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan pertanian.

HKTI juga didorong menginisiasi pembentukan badan otonom ekonomi seperti koperasi. Keberadaan koperasi dinilai dapat membantu petani dalam mengembangkan usaha, memperkuat kelembagaan ekonomi, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
“DPC juga harus bisa membentuk Gapoktan untuk mendengar keluh kesah petani dan mencari solusi. Termasuk menginisiasi badan otonom seperti koperasi,” jelasnya.

Sementara itu, sembilan DPC HKTI se-Provinsi Papua telah mengikuti proses konsolidasi organisasi dan secara aklamasi memilih Yanni, SH, MH sebagai Ketua HKTI Provinsi Papua.

Yanni menyatakan siap mengemban amanah tersebut dan mengawal kepentingan petani di Papua. Ia menegaskan HKTI akan diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan.
“Kami siap mengawal kepentingan petani dan bersama-sama mendorong terwujudnya ketahanan pangan sesuai dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” kata Yanni.

Dengan kepengurusan baru tersebut, HKTI Papua diharapkan semakin dekat dengan petani dan mampu menjadi wadah perjuangan kepentingan petani sekaligus mitra pemerintah dalam membangun sektor pertanian di Papua.(**)