SENTANI, Jelajahpapua.com – Piala Soeratin U13 Seri Provinsi Papua 2025 resmi ditutup oleh Sekretaris Asprov PSSI Papua, Parson Horota. Papda pertandingan SSB Cendrawasih Kota Jayapura sebagai juara setelah mengalahkan SSB Petra Kabupaten Jayapura dengan skor tipis 1–0 pada leg kedua, sehingga unggul agregat 6–2, yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Rully Nere, Lanud Silas Papare, Sentani, Rabu (13/8/2025).
Pada pertandingan pertama, SSB Cendrawasih menang telak 5–2 memperkuat meraih trofi perdana Piala Soeratin U13 Papua, sekaligus tiket mewakili provinsi pada babak regional yang dijadwalkan September mendatang.
Sekretaris Umum Asprov PSSI Papua, Parson Horota, bersyukur turnamen ini bisa terlaksana meski hanya diikuti dua tim. Bagainya ajang ini menjadi bagian penting pembinaan usia dini yang tercatat resmi di database PSSI. Sesuai database, ada lima SSB di Papua yang terafiliasi resmi dengan PSSI, yaitu SSB Petra, SSB Cendrawasih, SSB Batik, SSB Nafri, dan Papua United.
Parson menambahkan, juara tahun ini akan mewakili Papua di tingkat regional. Dimana pihaknya berupaya menghadirkan semua kelompok umur, termasuk U15 dan U17. Parson juga menyampaikan apresiasi kepada Komandan Lanud Silas Papare dan Panitia Klub Petra atas dukungan pelaksanaan turnamen.
Ketua Panitia Pelaksana, Natalia Tulungan, berharap tahun depan kompetisi dapat mencakup tiga kategori umur sekaligus. Diperkirakan ada 50–60 SSB, jika semuanya memiliki legalitas.
“Kami mendorong mereka segera mengurus administrasi agar bisa ikut bertanding. Semakin banyak tim, semakin besar pengalaman dan tingkat persaingannya dan soal pembiayayan kata Natali, turnamen ini bersifat mandiri.
Sementara itu, Manajer SSB Cendrawasih, Ibu Erna Oluwa, menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan besar untuk persiapan di tingkat berikutnya bisa menjadi yang terbaik sebagai perwakilan Papua.
Langkah selanjutnya, fokus persiapan, latihan sambil berkoordinasi untuk mencari bantuan dan dari pemerintah kota dan provinsi agar bisa mendukung kami ke tingkat nasional.
Ia berharap klub-klub SSB bisa lebih serius mengikuti aturan yang dibuat PSSI atau Asprov. Salah satunya adalah memiliki badan hukum. Itu penting supaya kita dianggap sah di mata PSSI. (at)
















