SENTANI, Jelajahpapua.com – Ratusan warga yang diduga terdampak insiden Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terus berdatangan ke sejumlah fasilitas kesehatan hingga Selasa (4/8/2026) pukul 23.30 WIT. Di tengah situasi tersebut, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan menegaskan bahwa fokus utama seluruh pihak saat ini adalah menyelamatkan korban, bukan menyimpulkan penyebab kejadian.
Kapolres turun langsung meninjau penanganan korban di Puskesmas Depapre dan RSUD Youwari. Dalam kunjungannya, ia memastikan seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan bekerja secara terpadu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Hingga saat ini kami belum bisa menyatakan bahwa ini merupakan kasus keracunan. Penyebabnya masih harus melalui kajian dan analisis. Yang menjadi prioritas kami sekarang adalah penyelamatan korban,” tegas Dionisius.
Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Bupati Jayapura, Dandim 1701/Jayapura, Dinas Kesehatan, serta seluruh instansi terkait agar proses evakuasi dan penanganan medis berjalan maksimal.
Menurutnya, korban yang datang ke fasilitas kesehatan mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan kondisi tubuh yang melemah. Karena jumlah pasien terus bertambah, proses pendataan masih terus dilakukan sehingga pemerintah belum dapat memastikan total korban.
“Kami mengerahkan seluruh kemampuan yang ada. Semua pihak bergerak bersama agar masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera mendapat penanganan medis,” ujarnya.
Kapolres juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang ikut membantu proses evakuasi korban. Ia memastikan situasi keamanan di Kabupaten Jayapura tetap kondusif meski penanganan darurat masih berlangsung.
“Saat ini kami tidak memikirkan hal lain selain menyelamatkan nyawa manusia. Itu yang menjadi prioritas utama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan pihaknya langsung mengaktifkan sistem tanggap darurat dengan mengoptimalkan pelayanan di delapan puskesmas yang tersebar di wilayah Sentani dan sekitarnya.
Penanganan diawali melalui sistem triase untuk memprioritaskan pasien dengan kondisi paling kritis. Seluruh layanan Unit Gawat Darurat (UGD) disiagakan, sementara koordinasi dilakukan dengan RSUD Youwari, Rumah Sakit Dian Harapan, dan Rumah Sakit Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan.
Rumah Sakit Kementerian Kesehatan bahkan telah menyiapkan 16 tempat tidur bagi pasien yang membutuhkan penanganan dokter spesialis. Sementara pasien dari wilayah pesisir juga dilayani di Puskesmas Yokari dan Puskesmas Rafinera agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh korban.
Dinas Kesehatan memastikan sistem rujukan hingga penanganan dokter spesialis masih berjalan baik dan seluruh pasien dengan kondisi berat yang mengancam nyawa sejauh ini masih dapat ditangani.
Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Aparat dan tenaga kesehatan pun tetap disiagakan karena korban masih terus berdatangan ke sejumlah fasilitas kesehatan. (El)














