banner 728x90

Berita  

Sopir Wamena-Mbua Jadi Korban Kekerasan, Koops Habema Lakukan Pengejaran

WAMENA, Jelajahpapua.com – Perjalanan angkutan lajuran dari Wamena menuju Mbua berubah menjadi tragedi. Seorang pengemudi, Aris Sanda alias Bapak Tasya, ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar di kawasan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Koops TNI Habema menyebut Aris menjadi korban tindakan kekerasan kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama. Namun, pendalaman terhadap kronologi dan keterangan para saksi masih terus dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian secara menyeluruh.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, dalam keterangan pers, Rabu (16/9/2026), mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar pertigaan Danau Habema.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Koops TNI Habema, rombongan kendaraan lajuran yang melintas dari arah Wamena menuju Mbua dihentikan sekelompok orang bersenjata.
Para pengemudi dan penumpang kemudian diperiksa. Setelah pemeriksaan, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sedangkan Aris Sanda dibawa ke arah kawasan Danau Habema.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi.

Dalam pencarian itu, tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya. Informasi mengenai penemuan tersebut juga telah diberitakan sejumlah media pada Rabu (16/9/2026).

Wirya menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban. Aris diketahui selama ini bekerja sebagai pengemudi yang melayani angkutan logistik dan penumpang pada jalur Wamena menuju wilayah pedalaman.
“Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman. Orang-orang yang bekerja membantu kehidupan masyarakat seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan tidak menjadi korban kekerasan,” ujarnya.

Saat ini, proses evakuasi jenazah dilakukan sesuai prosedur dengan mempertimbangkan keamanan personel dan kondisi di lapangan.
Selain evakuasi, Koops TNI Habema bersama unsur terkait masih melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian serta menghimpun keterangan dari para saksi.

Koops TNI Habema menyatakan akan melakukan penanganan terhadap kelompok bersenjata yang disebut terlibat, termasuk pengejaran dan dukungan terhadap proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut disebut diarahkan untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan jalur Wamena-Mbua.

Peristiwa ini menambah perhatian terhadap aspek keamanan jalur transportasi yang menghubungkan Wamena dengan wilayah pedalaman Papua Pegunungan. Jalur tersebut menjadi akses penting bagi pergerakan masyarakat maupun distribusi logistik.

Koops TNI Habema menegaskan perkembangan terkait proses evakuasi, pengamanan wilayah dan hasil pendalaman akan disampaikan kembali setelah memperoleh informasi yang telah terverifikasi. (El)