SENTANI, Jelajahpapua.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Tony Mote, M.KM., memastikan pelayanan kesehatan terhadap ratusan korban yang berdatangan sejak sore hingga malam hari 23.30 WIT masih terkendali. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan, kata Kadinkes Anton Mote saat di wawancara di Puskesmas Depare, Selasa 04/08/2026 malam.
Kadinkes mengatakan, lonjakan pasien yang datang secara bersamaan membuat petugas memprioritaskan proses triase atau pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan.
“Pasien datang berbondong-bondong sehingga yang pertama kami lakukan adalah memilah pasien yang benar-benar dalam kondisi darurat untuk segera mendapatkan penanganan,” ujarnya.
Penanganan awal dipusatkan di Puskesmas Depapre. Selanjutnya, Dinas Kesehatan mengaktifkan delapan puskesmas di wilayah Sentani dan sekitarnya agar seluruh layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dapat menerima pasien.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan RSUD Yowari, Rumah Sakit Dian Harapan, dan rumah sakit milik Kementerian Kesehatan. Rumah sakit kementerian bahkan telah menyiapkan 16 tempat tidur bagi pasien yang membutuhkan penanganan dokter spesialis.
“Pasien yang membutuhkan penanganan spesialis sudah kami evakuasi. Secara umum pasien masih terkendali, termasuk pasien dengan kondisi berat yang mengancam nyawa, sampai saat ini masih bisa kami tangani,” katanya.
Untuk mengantisipasi pasien dari wilayah pesisir, pelayanan kesehatan juga dibuka di Puskesmas Yokari dan Puskesmas Rafinera. Dengan demikian, masyarakat di kawasan pantai tetap dapat memperoleh pelayanan medis tanpa harus langsung menuju Sentani.
Meski belum dapat memastikan jumlah pasti korban karena pendataan masih berlangsung, Dinas Kesehatan mengakui jumlah pasien telah mencapai ratusan orang dan kemungkinan masih akan bertambah seiring proses pendataan.
Dalam penanganan darurat tersebut, Dinas Kesehatan juga mendapat dukungan penuh dari TNI dan Polri, termasuk penyediaan tenda dan fasilitas tambahan di RSUD Yowari.
Ke depan, seluruh pasien akan dipusatkan di RSUD Yowari agar proses pendataan, pemantauan kondisi pasien, hingga pemulangan bagi yang telah stabil dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi. Sementara pasien yang masih memerlukan perawatan intensif akan tetap menjalani penanganan sesuai kondisi medisnya. (El)














