banner 728x90

banner 728x90

Ketua Dewan Adat Saireri, Apresiasi Jalannya Demonstrasi Damai di Wilayah Jayapura

Ketua Dewan Adat Saireri, Willem Saman Bonai

JAYAPURA, Jelajahpapua.com – Ketua Dewan Adat Saireri, Willem Saman Bonay, mengapresiasi jalannya demonstrasi damai yang dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat Papua ke DPR Papua hari ini. Ia menilai aksi tersebut berlangsung tertib berkat koordinasi yang baik antara aparat keamanan, pihak DPR, dan para pendemo.

Menurut Willem, ini tidak terlepas dari peran Ketua DPR Papua yang kader Golkar dalam melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak termaksud pihak Cipayung plus Kota Jayapura. Sehingga demo hari ini bisa berjalan dengan baik, ” Ini merupakan Sinyal Damai dari Tanah Papua di tengah situasi Politik Indonesia yang memanas di sejumlah daerah.

Kami apresiasi Ketua DPR Papua bersama pimpinan dan anggota yang telah menerima aspirasi dari adik – adik Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung plus yang menyampaikan aspirasinya bahkan mengawal mereka sampai ke Polda Papua. ” Ini luarbiasa”.

Untuk itu dirinya tidak meragukan kepemimpinan Denny Bonai yang merupakan politikus muda dari Partai Golkar Papua yang juga ketua Angkatan Muda Partai Golkar ini.

“Kita semua berharap bahwa aspirasi yang disampaikan bisa tersalurkan dengan baik. Kita membawa suara masyarakat dan berharap wakil-wakil kita di DPR dapat menerima serta menyikapinya dengan bijak,” ujarnya kepada awak media, Senin (1/9/2025).

Willem juga menyoroti pentingnya menjaga proses dialog damai dalam setiap aksi unjuk rasa, serta mengedepankan komunikasi publik yang baik agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Indonesia saat ini tidak baik-baik saja, dan salah satu kuncinya adalah komunikasi. Bahasa yang kita gunakan dalam menyampaikan aspirasi harus tetap terjaga, apalagi oleh anak muda,” tegasnya.

Dalam aksi hari ini, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung plus kota Jayapura menyampaikan sejumlah isu penting, di antaranya situasi masyarakat adat Papua, konflik agraria, dan dampak operasi militer yang masih berlangsung di beberapa wilayah.

Willem menambahkan bahwa seluruh anggota DPRD Papua hadir untuk menerima aspirasi masyarakat secara langsung. Hal ini menjadi langkah positif yang menunjukkan komitmen DPR dalam menjembatani suara rakyat.

“Demo ini menjadi contoh baik. Koordinasi berjalan lancar. Bahkan aparat memberikan ruang, dan DPR hadir lengkap. Ini baru pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir ada demo damai yang diterima dengan baik oleh DPR Papua,” katanya.

Selain itu, Willem berharap agar komunikasi aktif antar lembaga pemerintah, seperti DPRD, pemerintah provinsi, hingga aparat keamanan, terus dibangun dalam menghadapi aksi-aksi seperti ini. Menurutnya, komunikasi yang terencana dapat mencegah terjadinya kerusuhan dan menjamin kelancaran aktivitas masyarakat.

“Demo damai ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Tapi sebelumnya sempat ada kekhawatiran di kalangan warga dan pelaku usaha. Maka, penting bagi pihak berwenang untuk memberi informasi terbuka bahwa situasi aman dan terkendali,” jelasnya.

Willem juga menekankan bahwa gubernur Papua dan jajaran pemerintah daerah harus memainkan peran aktif dalam proses penyelesaian masalah politik dan sosial di Papua. Ia menilai penanganan aspirasi tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Ini pekerjaan tim. DPR tidak bisa berjalan sendiri, begitu juga gubernur. Harus ada sinergi. Apalagi jika ada surat masuk dari masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, itu harus segera direspons dengan komunikasi yang jelas,” ujarnya.

Willem berharap demonstrasi damai seperti ini dapat menjadi model bagi penyampaian aspirasi di masa depan, serta dijadikan rujukan agar tidak terjadi aksi-aksi anarkis yang merugikan semua pihak.**