JAYAPURA, Jelajahpapua.com – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Otonomi Khusus Papua (KEPP Otsus), Yanni, SH, MH, menyambangi RSUP Jayapura, Papua, Senin (28/9). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua berjalan optimal sekaligus menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto.
Yanni tidak hanya melihat langsung aktivitas pelayanan di RSUP Jayapura, tetapi juga berdialog dengan jajaran manajemen rumah sakit terkait kondisi pelayanan, ketersediaan tenaga medis hingga kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut, Yanni bertemu Sekretaris Direktur Perencanaan, Keuangan dan Layanan Operasional RSUP Jayapura, dr. Antonius Oktavian Ibo, ICNF, M.Kes, didampingi dr. Ronny Parlindungan Sinaga, SpN, FINA, Kamtiker Keperawatan Ns. Josepus Jonathan Hursepuny, S.Kep, Ns, serta Kamtiker Hukmas Muammar Karim, S.KM, M.K.M.
Yanni menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menitipkan pesan agar RSUP Jayapura benar-benar menjadi rumah sakit yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Papua.
“Selama satu jam saya bertemu Presiden, beliau menitipkan pesan agar rumah sakit ini benar-benar menjawab persoalan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat Papua,” ujar Yanni.
Pesan tersebut, kata Yanni, menjadi perhatian penting karena RSUP Jayapura memiliki posisi strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua.
Dalam dialog itu, jajaran RSUP Jayapura juga memaparkan kondisi pelayanan medis yang saat ini terus diupayakan untuk ditingkatkan.
Kamtiker Medik RSUP Jayapura, dr. Ronny Parlindungan Sinaga, SpN, FINA, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Saat ini, RSUP Jayapura didukung sekitar 30 dokter spesialis.
“Kami saat ini berupaya untuk memberikan pelayanan yang optimal. Ada sebanyak 30 dokter spesialis yang tersedia,” katanya.
Namun, ketersediaan tenaga medis tersebut masih perlu diimbangi dengan dukungan peralatan medis yang memadai.
Ronny mencontohkan kebutuhan alat nebulizer. Menurutnya, kebutuhan ideal mencapai sekitar 40 unit, sementara saat ini RSUP Jayapura baru memiliki enam unit.
“Kami punya dokter spesialis dan kebutuhannya memang masih kurang. Contohnya untuk alat nebulizer, dari yang seharusnya ada sekitar 40, saat ini yang tersedia baru enam,” jelasnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan tenaga dokter spesialis, tetapi juga harus ditopang sarana dan peralatan medis yang memadai.
Sementara itu, dr. Antonius Oktavian Ibo mengapresiasi kunjungan Yanni ke RSUP Jayapura. Ia memastikan perhatian dan pesan Presiden Prabowo akan menjadi bagian dari upaya rumah sakit meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Terima kasih atas kunjungan Ibu Yanni. Tentunya perhatian Bapak Presiden akan kami laksanakan, terutama dalam segi pelayanan kesehatan. Ini hal yang baik karena ada sinergitas antara kami dan tim KEPP agar ke depan bisa menjawab persoalan-persoalan kesehatan di Papua,” ungkap Antonius.
Usai melakukan tatap muka dan dialog, Yanni kemudian meninjau langsung pelayanan kesehatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUP Jayapura.
Dalam kunjungan tersebut, Yanni juga menyempatkan diri menjenguk salah satu pasien yang tengah mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, KEPP Otsus dan RSUP Jayapura untuk memastikan pelayanan kesehatan tidak berhenti pada ketersediaan tenaga medis, tetapi juga menjawab kebutuhan fasilitas dan peralatan kesehatan yang masih menjadi tantangan di Papua.**














