banner 728x90

PAN Papua Panaskan Mesin Politik, Bidik 3 Besar dan Satu Kursi DPR RI pada 2029

Foto bersama Ketua DPW PAN Papua, Haris Richard Yocku, S.H., bersama pengurus pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I, di Hotel Horison Kotaraja, Senin (24/8/2026).

JAYAPURA, Jelajahpapua.com – Partai Amanat Nasional (PAN) Papua mulai menggeber mesin politik menuju Pemilu 2029. Mengusung tema “Konsolidasi Menuju 3 Besar”, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Papua menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I, di Hotel Horison Kotaraja, Senin (24/8/2026).

Rakerwil menjadi sinyal bahwa PAN Papua tidak ingin menunggu tahapan Pemilu 2029 dimulai untuk membangun kekuatan. Konsolidasi struktur, kesiapan kader hingga target merebut kursi DPR RI dari Papua mulai dipanaskan sejak sekarang.

Ketua DPW PAN Papua, Haris Richard Yocku, S.H., menegaskan Rakerwil I merupakan bagian dari strategi partai untuk memastikan seluruh jajaran siap menghadapi verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekaligus menatap pertarungan Pemilu Legislatif 2029.
“Rakerwil ini bukan cuma sekadar kami kumpul untuk bicara-bicara, tetapi lebih kepada mempersiapkan diri dalam rangka mengikuti verifikasi KPU, tetapi juga mempersiapkan kader kita dalam rangka menuju pesta demokrasi pada 2029 mendatang,” tegas Haris.

Menurutnya, seluruh DPD PAN kabupaten/kota bersama jajaran DPW hadir dalam Rakerwil. Kehadiran struktur partai dari berbagai daerah tersebut menjadi bagian penting untuk menyatukan langkah sekaligus mengevaluasi kesiapan organisasi menghadapi kontestasi politik mendatang.

Bidik Kursi DPR RI dari Papua

Ketua PAN Haris Yocku mengungkapkan, target PAN Papua tidak berhenti pada penguatan struktur. Partai berlambang matahari itu secara terbuka membidik keterwakilan di parlemen pusat.

Haris mengatakan PAN akan berupaya mendulang kursi sebanyak mungkin, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Namun, satu target strategis yang harus diwujudkan adalah mengembalikan keterwakilan PAN Papua di tingkat pusat.
“Target kursi pasti kita berusaha untuk mendulang kursi sebanyak mungkin untuk Partai Amanat Nasional, baik di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota. Dan target kita untuk ke pusat harus ada perwakilan dari Papua. Sudah pasti kami harus siapkan satu kursi ke sana,” ujarnya.

Target tersebut menjadi bagian dari agenda besar PAN Papua untuk menembus posisi tiga besar. Karena itu, konsolidasi tidak hanya dilakukan di tingkat DPW, tetapi akan diteruskan hingga struktur partai di tingkat bawah.
“Rakerwil ini sebenarnya untuk memanaskan mesin partai supaya kader-kader kita siap untuk melewati verifikasi KPU, tetapi juga mempersiapkan diri menuju pesta demokrasi pemilihan legislatif 2029 mendatang,” katanya.

Di tengah konsolidasi menuju Pemilu 2029, PAN Papua juga memberikan ruang lebih besar kepada kader perempuan. Dapat dilihat dari rakerwil I kali ini memiliki warna berbeda. Ketua panitia hingga seluruh jajaran kepanitiaan dipercayakan kepada perempuan. Bagi PAN Papua, langkah tersebut bukan sekadar pembagian tugas, tetapi menjadi praktik nyata dari komitmen keterwakilan perempuan dalam politik.

PAN Papua bahkan menargetkan lahirnya lebih banyak kader perempuan yang mampu bertarung di ruang politik, bukan hanya untuk menduduki kursi legislatif, tetapi juga menembus jabatan eksekutif.
“Kami berharap ke depan Partai Amanat Nasional bisa mencetak kader-kader perempuan untuk bisa ada di kursi legislatif, tetapi juga bisa ada di kursi eksekutif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dessy Corazon Giay, yang juga Anggota DPR Papua dari PAN periode 2024–2029, mengatakan konsolidasi PAN Papua akan terus bergerak setelah Rakerwil.

Ia menjelaskan, agenda konsolidasi tersebut menjadi kegiatan pertama setelah kepengurusan baru PAN Papua dilantik pada 14 Juli 2026.
“Setelah kami kemarin tanggal 14 Juli dilantik, ini kegiatan pertama yang kami buat, yaitu Rakercab I. Kegiatan ini kami buat untuk konsolidasi partai, konsolidasi internal kader PAN untuk menyongsong Pemilu 2029 nanti,” jelas Dessy.

Menurutnya, konsolidasi tersebut penting untuk menyatukan langkah kepengurusan baru, memperkuat struktur organisasi serta memastikan kader di seluruh tingkatan memahami arah perjuangan partai.

Setelah agenda tersebut, PAN Papua akan melanjutkan konsolidasi melalui Rapat Kerja Daerah (Rakorda).
Dessy menegaskan, keterwakilan perempuan minimal 30 persen juga menjadi perhatian dalam penyusunan kepengurusan PAN Papua.
Komitmen tersebut selanjutnya akan didorong kepada seluruh DPD PAN kabupaten/kota agar keterwakilan perempuan juga diwujudkan dalam struktur masing-masing.

Dengan konsolidasi yang mulai digerakkan dari tingkat wilayah hingga daerah, PAN Papua kini menatap Pemilu 2029 dengan target yang lebih jelas: memperkuat mesin partai, membesarkan basis kader, mengejar posisi tiga besar, serta merebut satu kursi DPR RI dari Papua.
(El)