SENTANI, Jelajahpapua.com – Ketua Yayasan Kasih Iman Samuel Papua (KISP), Edison Awoitauw, angkat bicara terkait insiden yang menimpa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Kabupaten Jayapura, pada 4 Agustus 2026, kata Edison saat jumpa pers di Sentani, Rabu 19/08/2026.
Edison menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga korban yang terdampak. Ia mengaku memilih tidak banyak tampil di media pascakejadian karena masih terpukul dan berduka atas peristiwa tersebut.
“Pertama-tama saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam kepada seluruh keluarga korban di Distrik Depapre yang mengalami kejadian ini,” ujar Edison.
Hingga kini pihak yayasan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah diambil dari dapur MBG. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai penyebab insiden tersebut.
Edison mendorong pihak berwenang segera mengumumkan hasil uji laboratorium kepada publik apabila seluruh proses pemeriksaan telah selesai.
“Kami berharap pihak yang berwenang melakukan uji laboratorium dapat secepatnya menyampaikan hasilnya kepada publik, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya dan mengambil kesimpulan yang salah,” katanya.
Edison Tegaskan Dapur MBG Bukan Milik Gerindra.
Edison juga memberikan klarifikasi keras terhadap narasi yang berkembang di masyarakat maupun ruang publik yang mengaitkan dapur MBG Depapre dengan Partai Gerindra.
Ia menegaskan, dapur MBG tersebut bukan milik Partai Gerindra.
Menurut Edison, munculnya narasi tersebut tidak terlepas dari status dirinya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Papua. Namun, posisi politik tersebut tidak berarti dapur MBG yang dikelola yayasan merupakan milik partai.
“Saya menyampaikan secara terbuka bahwa ini bukan dapur Partai Gerindra. Status saya sebagai Ketua Gerindra kemudian dikait-kaitkan sebagai Ketua Dapur Gerindra. Saya tegaskan, ini bukan dapur Partai Gerindra,” tegasnya.
Edison menjelaskan, Yayasan Kasih Iman Samuel Papua didirikan pada 2023 dengan tujuan awal membangun sekolah tinggi. Ketika pemerintah membuka program MBG melalui Badan Gizi Nasional (BGN), pihak yayasan kemudian mengikuti proses pendaftaran sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Ia mengatakan, pendaftaran dilakukan melalui yayasan karena skema yang ditetapkan BGN untuk pelaksana MBG menggunakan badan hukum yayasan.
“Karena permintaan dari Badan Gizi Nasional, pendaftaran MBG dilakukan melalui yayasan. Karena itu kami terlibat dan mendaftar secara resmi hingga mendapatkan dapur,” jelasnya.
Edison menegaskan, pihak yayasan berupaya mengikuti seluruh ketentuan dan mekanisme yang ditetapkan dalam pelaksanaan program MBG.
Ia menjelaskan, yayasan memiliki fasilitas dapur, sementara pengelolaan teknis di dalam dapur melibatkan unsur yang ditunjuk atau disetujui oleh BGN.
Menurut Edison, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tenaga ahli gizi, dan akuntan memiliki peran dalam pengelolaan operasional dapur. Sementara yayasan memiliki kewenangan dalam perekrutan karyawan.
“Manajemen pengelolaan di dalam itu dikelola oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional. Ahli gizi juga ditunjuk dan mendapat persetujuan BGN, termasuk akuntan. Kami dari yayasan hanya bisa merekrut karyawan,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah pihak yang terlibat dalam pengelolaan dapur telah dimintai keterangan oleh aparat kepolisian. Pihak yayasan juga telah memberikan keterangan kepada aparat terkait proses dan mekanisme pelaksanaan MBG.
“Kami sudah diminta keterangan. Kami menjelaskan sesuai dengan alur yang diberikan BGN,” ujarnya.
Minta Publik Tidak Berspekulasi
Edison mengakui insiden tersebut menjadi pukulan berat bagi yayasan. Ia mengatakan tidak pernah ada rencana ataupun keinginan dari pihaknya untuk terjadi peristiwa yang merugikan masyarakat.
Karena itu, ia meminta masyarakat Kabupaten Jayapura, khususnya warga Distrik Depapre, bersabar menunggu hasil pemeriksaan resmi.
“Kami juga sampai hari ini masih bertanya-tanya dan menunggu hasil uji laboratorium. Mari kita sama-sama menunggu hasilnya. Dari hasil itu nantinya kita bisa mengetahui penyebab sebenarnya,” katanya.
Menurutnya, hasil uji laboratorium penting untuk memastikan penyebab kejadian secara objektif, sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang belum terverifikasi.
Akan Duduk Bersama Tokoh Adat Pesisir Tanah Merah
Sebagai langkah lanjutan, Edison mengungkapkan Yayasan KISP berencana mengundang para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda dari wilayah pesisir Tanah Merah.
Pertemuan tersebut rencananya melibatkan masyarakat dari Depapre, Yokari dan Ravenirara untuk membicarakan keberlanjutan program MBG di wilayah tersebut.
“Kami akan mengundang tokoh-tokoh adat di pesisir Tanah Merah, di Depapre, Yokari dan Ravenirara. Kita duduk bersama membicarakan bagaimana kelanjutan MBG ini dan kesepakatannya seperti apa,” ungkap Edison.
Ia mengatakan, pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi yayasan untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada masyarakat serta mencari solusi terbaik agar program pemerintah tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Kita mencari jalan terbaik, jalan keluar terbaik, bagaimana program Pak Presiden ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (El)














