SENTANI, Jelajahpapua.com – Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, tetapi juga dapat ditanamkan kepada anak-anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan mendidik.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Jayapura di Kantor Distrik Sentani, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak usia dini untuk belajar, bermain, berkreasi, dan membangun rasa percaya diri.
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dengan subtema “Warnai Kemerdekaan dengan Senyuman dan Karya Kreatif, Berprestasi Sejak Usia Dini,” kegiatan tersebut melibatkan sekitar 20 lembaga Kelompok Bermain dan Satuan PAUD Sejenis (SPS), dengan jumlah peserta didik mencapai 85 anak.
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kabupaten Jayapura, Purwanto, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin HIMPAUDI yang dilaksanakan setiap tahun melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai pendidikan yang penting karena anak-anak tidak hanya diajak mengenal semangat kemerdekaan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk belajar bekerja sama, berani tampil, dan mengembangkan kreativitas.
Selain kegiatan bagi Kelompok Bermain dan SPS, sejumlah Taman Kanak-Kanak (TK) juga ikut memeriahkan HUT ke-81 RI melalui kegiatan karnaval.
Purwanto menilai keberlangsungan kegiatan pendidikan anak usia dini tidak terlepas dari kolaborasi antara HIMPAUDI, Dinas Pendidikan, pemerintah distrik, orang tua, dan berbagai pihak lainnya.
Sementara itu, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Jayapura, Hetty Syafarudin, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas.
“Ini untuk mewujudkan visi dan misi Bupati, yaitu kasih mempersatukan perbedaan. Kita ingin anak-anak bergembira, sekaligus menggali potensi mereka untuk berkreativitas dan berprestasi,” ujarnya.
Berbagai perlombaan digelar, di antaranya estafet membawa bola, estafet membawa bendera, serta fashion show dengan memanfaatkan bahan daur ulang.
Dalam lomba fashion show, orang tua juga ikut terlibat. Mereka diberikan kesempatan untuk menggunakan kreativitas dengan membuat pakaian dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang untuk dikenakan anak-anak.
Menurut Hetty, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam pendidikan anak usia dini. Anak tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga mendapatkan dukungan dan contoh langsung dari keluarga.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Selain mempererat hubungan antarlembaga PAUD, kami ingin memberikan pengalaman yang positif kepada anak-anak,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura dan Distrik Sentani yang terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap kegiatan pendidikan anak usia dini.
Hetty berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang ceria, kreatif, percaya diri, mampu bekerja sama, dan menghargai perbedaan.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Distrik Sentani, Jack Puraro. Ia menilai kegiatan HIMPAUDI menjadi contoh nyata bagaimana semangat kemerdekaan dapat diisi melalui kegiatan pendidikan dan kebersamaan.
Menurut Jack, mengenalkan nilai kebangsaan sejak usia dini sangat penting. Anak-anak perlu dibiasakan untuk hidup bersama, menghargai perbedaan, saling membantu, dan bekerja sama.
“Karena itu saya rasa kolaborasi ini penting. Ini bagian dari kerja-kerja kolaborasi yang sudah kami dorong di Distrik Sentani. Sehingga saya bersyukur dan berterima kasih kepada HIMPAUDI,” katanya.
Jack menilai keberagaman yang ada di tengah masyarakat justru dapat menjadi kekuatan apabila dibangun melalui kegiatan bersama.
“Dari berbagai perbedaan mereka bisa menyatu di sini, lalu memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Itu sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kegiatan yang melibatkan masyarakat, termasuk anak-anak, diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mampu membangun kebersamaan sebagai modal dalam pembangunan daerah.
“Apapun yang kita kerjakan, setidaknya harus bisa membangun kekuatan kebersamaan untuk kita membangun Kabupaten Jayapura ke depan lebih baik, secara khusus di Distrik Sentani,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan diperkenalkan kepada anak-anak dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Dari permainan, perlombaan, kreativitas, hingga keterlibatan orang tua, anak-anak belajar bahwa keberagaman, kerja sama, dan keberanian merupakan bagian penting dalam membangun masa depan bangsa. (El)














