banner 728x90

Capai 80 Persen, Bupati Wonda Dorong FDS XV Jadi Magnet Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, saat pimpin rapat bersama panitia FDS, pimpinan OPD dan para kepala distrik di Khalkote, Kamis (20/8/2026).

SENTANI TIMUR, Jelajahpapua.com – Persiapan pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) XV di kawasan Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, terus dikebut. Hingga Kamis (20/8/2026), kesiapan lokasi festival telah mencapai sekitar 80 persen.

Sejumlah pekerjaan fisik di kawasan festival hampir rampung. Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., memastikan pekerjaan yang tersisa, terutama pengecoran dan beberapa fasilitas pendukung, ditargetkan selesai dalam dua hari ke depan.

Setelah pekerjaan fisik rampung, panitia akan memfokuskan persiapan pada penataan kawasan, pengecatan dan memastikan seluruh fasilitas siap digunakan selama festival berlangsung.
Hal itu disampaikan Bupati Wonda usai memimpin rapat bersama panitia FDS, pimpinan OPD dan para kepala distrik di Khalkote, Kamis (20/8/2026).

FDS Jadi Ruang Promosi Pariwisata

Bupati Wonda menegaskan FDS XV tidak hanya menjadi agenda hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif Kabupaten Jayapura.

Danau Sentani dengan panorama alamnya menjadi bagian penting dari daya tarik festival. Berbagai pertunjukan seni tradisional, tari-tarian, budaya masyarakat adat hingga produk UMKM akan ditampilkan untuk memberikan pengalaman kepada masyarakat dan wisatawan yang datang.
“Tujuan kami satu, bagaimana kita melakukan event budaya di Kabupaten Jayapura. Kita ingin event ini benar-benar menjadi event budaya,” tegasnya.

Konsep tersebut diharapkan membuat FDS semakin kuat sebagai agenda wisata budaya yang mampu menarik pengunjung sekaligus memperkenalkan kekayaan Kabupaten Jayapura kepada masyarakat dari luar daerah.

Harga Stand UMKM Diturunkan
Untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengambil bagian dalam festival, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM.

Biaya stand yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp1,5 juta diturunkan menjadi Rp500 ribu. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh peserta stand.
“Untuk stand-stand itu nilainya Rp500 ribu. Kemarin panitia putuskan Rp1,5 juta, tetapi saya lihat terlalu berat untuk masyarakat. Jadi kami putuskan Rp500 ribu semua,” kata Bupati Wonda.

Menurutnya, sekitar 80 persen peserta yang terlibat dalam stand merupakan masyarakat lokal. Karena itu, pemerintah ingin memastikan FDS tidak hanya memberikan ruang bagi pertunjukan budaya, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai FDS maupun UMKM agar mendapatkan informasi langsung dari panitia atau pihak terkait, sehingga informasi yang beredar kepada masyarakat tetap jelas dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

Pembukaan dan Kunjungan Wakil Presiden
Dari sisi teknis, agenda pembukaan FDS XV juga telah dimatangkan. Wakil Presiden dijadwalkan membuka festival terlebih dahulu sebelum melakukan kunjungan ke berbagai stand dan lokasi kegiatan.

Menurut Bupati Wonda, pola tersebut diperlukan agar prosesi pembukaan berlangsung tertib. Setelah pembukaan selesai, Wakil Presiden kemudian akan berkeliling melihat berbagai stand dan kegiatan budaya yang telah disiapkan panitia.

Sementara itu, pada 25 Agustus, Gubernur dijadwalkan membuka rangkaian kegiatan sekaligus menyaksikan berbagai stand dan pertunjukan yang tersedia.

Papeda dan Kopi Lokal Gratis

Untuk memperkuat daya tarik wisata kuliner dalam FDS XV, pemerintah juga menyiapkan program papeda gratis bagi masyarakat mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIT. Masyarakat dipersilakan datang dan menikmati papeda secara gratis.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan UMKM lokal.
“Kenapa kami lakukan itu? Supaya ada UMKM, supaya masyarakat di sini ada ekonomi, harus kita tumbuhkan,” ujarnya.

Selain papeda, masyarakat juga akan mendapatkan kesempatan menikmati kopi gratis yang menggunakan produk kopi dari Kabupaten Jayapura pada 29 Agustus. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 20.00 WIT.

Melalui rangkaian tersebut, FDS XV diharapkan tidak hanya menjadi panggung pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi ruang promosi destinasi wisata, kuliner khas, produk UMKM dan hasil ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Jayapura.
Dengan memadukan keindahan Danau Sentani, kekayaan budaya dan kuliner lokal, pemerintah berharap FDS XV mampu menjadi magnet wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. (El)