SENTANI, jelajahpapua.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar rapat koordinasi (RAKOR) penanggulangan kemiskinan Kabupaten Jayapura 2025 yang di buka oleh Wakil Bupati Jayapura, Haris Ricard S. Yocku, S.H. Penurunan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jayapura menjadi salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., dan Haris Richard S. Yocku, S.H, mendukung program nasional yang harus dilakukan ke setiap daerah.
Wabup Haris mengatakan bahwa Kabupaten Jayapura memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga budaya lokal. Semua potensi ini harus bisa dioptimalkan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kata Wakil Bupati Jayapura, Haris Ricars Yocku di Aula II Kantor Bupati Jayapura, Rabu 10/09/2025.
Haris menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat. Proses pendataan kemiskinan ekstrem dilakukan melalui unggahan dokumen oleh tim koordinasi, termasuk RPKD, RP2KD, RAP, serta dokumen lainnya. Data yang terintegrasi tersebut akan menjadi dasar perencanaan penanggulangan kemiskinan setiap tahunnya.
Pemkab Jayapura sendiri pada 2024 telah menerima penghargaan insentif fiskal daerah sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dalam penanggulangan kemiskinan.
Wabup Haris mengungkapkan sebagian besar difokuskan pada program prioritas seperti penanganan stunting, penyediaan air bersih, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), jamban sehat, dan layanan dasar lainnya.
“Kondisi ini tentu berdampak pada penanggulangan kemiskinan ekstrem, sehingga kita perlu pemetaan ulang untuk memastikan program berjalan merata,” jelasnya.
Wabup berharap tim koordinasi penanggulangan kemiskinan dapat memetakan kembali program dan anggaran yang ada. Dari hasil pemetaan, pemerintah daerah bisa menentukan program yang sudah berjalan, yang belum merata, serta yang perlu dikerjakan di tahun mendatang. “Langkah ini penting agar sumber pendanaan dari berbagai pihak dapat disinergikan dan pelayanan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Selama ini, penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jayapura juga mendapat dukungan pendanaan dari berbagai kementerian dan lembaga, baik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), maupun sumber lainnya. Tantangannya adalah memastikan seluruh program benar-benar terealisasi dan tepat sasaran.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang sudah bekerja keras. Semoga koordinasi dan kolaborasi terus ditingkatkan, agar upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jayapura semakin cepat dan tepat,” pungkas Haris.(At)















