Sentani, Jelajahpapua.com – Direktur CV. Chianj, Lois Bernard Wouw angkat bicara usai perusahaannya digugurkan dalam lelang Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Jayapura yang dilakukan secara sepihak oleh Kelompok Kerja (Pokja).
Direktur CV Chianj, Lois Bernard Wouw yang diwakili, Komanditer Lamberth Nasmese mengatakan nilai pagu nilai tender dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp13.780.000.000 dengan sumber dana dari DAK digugurkan secara sepihak oleh Pokja Pemilihan.
“Alasan digugurkan sangat mengada – ada dan tanpa dasar yang jelas,” kata Lamberth di Sentani, Kamis (10/7/2025).
Sebelum paket ini ditayangkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) terlebih dahulu dilakukan Review oleh tim Probity Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Lamberth mengatakan, dalam lelang tender tersebut, ada 5 peserta yang memasukkan penawaran yakni, CV. Chianj berada di urutan pertama dengan penawaran terendah, kedua, CV. Enakida Maju, ketiga, CV. Narwaku Papua Maju, keempat CV. Nalgiardo Mandiri Papua, Kelima CV. Mega Mas Matjaga.
“Dari tender ini CV. Chianj berada di urutan pertama atas paket pekerjaan merasa sangat dirugikan karena digugurkan dengan hal tidak mendasar yang tidak ada dalam dokumen pemilihan. Saya menduga tender ini sudah di setting oleh oknum-oknum pejabat terkait,” ujarnya.
Berdasarkan aturan, ada surat pernyataan tugas untuk personil yang tidak boleh menggugurkan atau klarifikasi CV. tersebut siap atau tidak.
“Namun disini Pokja langsung menggugurkan, sehingga langkah tegas kami akan melaporkan ke KLPP, Pengadilan Tinggi dan LKPP Nasional dan melakukan sanggah. Apabila sanggah ini ditolak dengan alasan tidak mendasar maka langkah tegas akan melakukan sanggah banding untuk pekerjaan ini,” tegasnya.
Komanditer Lamberth mengungkapkan pokja pokja yang menangani tender ini terlalu berani untuk menggugurkan tanpa alasan yang mendasar seperti personil tanpa melakukan klarifikasi, lalu menggugurkan masalah sisa Kemampuan Paket (SKP), sedangkan dalam aturan LKPP dengan di era digital semua sudah terintegrasi mamksimalnya dalam satu tahun bisa terima 5 paket pekerjaan.
“CV. Chianj mengerjakan 3 paket itupun bukan pekerjaan konstruksi, berarti masih ada sisa dua kuota paket pekerjaan dan Pokja menggugurkan. Kami merasa di rugikan, sebab tender ini tidak sehat dan diguga ada permainan (kong kalikong). Karena itu, Langkah tegas kami akan sanggah dan mengambil tindakan secara hukum untuk dilakukan pemeriksaan kepada semua pihak pihak yang terlibat, ” pungkasnya. (YN)















