banner 728x90

Pelayanan Publik Jangan Diganggu, Wabup Haris Yocku: Bila Ada Persoalan Tak Harus Palang

Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., di Dampingi Direktur RSUD Yowari dan staf saat melihat langsung lokasi RSUD Yowari.

SENTANI, Jelajahpalua.com – Menanggapi adanya pemalangan sumber air di RSUD Yowari, Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., atas instruksi Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H, melihat langsung lokasi untuk memastikan situasi sebenarnya.

Setelah melihat langsung ke lokasi menemukan bahwa air tidak mengalir akibat pemalangan oleh pihak keluarga pemilik hak ulayat. Sigap cepat dalam waktu cepat mencari solusi alternatif agar pelayanan di rumah sakit tidak terganggu.

“Langkah pertama, kami akan tetap menggunakan sumber air yang diberikan oleh pihak keluarga adat, dengan tetap menghormati hak dan aturan yang berlaku. Untuk antisipasi ke depan, kami juga akan menyiapkan sumur bor di sekitar area rumah sakit,” ujarnya.

Wabup Haris Yocku menegaskan langkah ini dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi banjir, penumpukan pasir di intake, atau gangguan teknis lainnya di sumber utama, rumah sakit tetap memiliki cadangan air yang dapat digunakan. Agar aktivitas pelayanan di Rumah Sakit Yowari terhenti hanya karena persoalan air.

Wabup Haris Yocku juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman dari DPRK Jayapura dan pihak Kepolisian yang dengan cepat turun ke lapangan untuk berdialog dengan masyarakat pemilik hak ulayat. Dan Rabu 12 November Puji Tuhan, sekitar 17.00, sumber air sudah dibuka kembali, dan hari ini pelayanan rumah sakit sudah berjalan normal.

Persoalan yang berkaitan dengan biaya kompensasi atau hal teknis lainnya tentu masih bisa kita bicarakan dengan cara yang baik. Jangan sampai ada tindakan yang merugikan banyak orang, terutama masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Saya ingin menegaskan bahwa rumah sakit bukan tempat untuk bernegosiasi kepentingan pribadi atau kelompok.
Di sana ada orang sakit, ada yang sedang berjuang untuk hidup. Jangan sampai hanya karena masalah air, justru ada nyawa yang melayang. (At)