banner 728x250
1 / 2
2 / 2

Berita  

Soal 53 Gereja Pilih Prabowo Sebagai Presiden, Ketua Klasis GKI Sentani: Itu Tidak Benar

Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Sentani, Pdt. Albert Suebu Saat Memberikan  Keterangan Pers di Kantor Klasis GKI Sentani, Selasa, 25 Juli 2023.

banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Jayapura, jelajahpapua.com- Hebohnya pemberitaan di salah satu media Online lokal, Jumat (21/07/2023) yang mengatakan, Badan Pekerja Klasis Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sentani Kabupaten Jayapura yang membawahi 53 jemaat memilih Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia pada periode  2024-2029 di bantah dengan tegas, oleh <span;>Ketua GKI Sentani, Pdt. Albert Suebu, S.Si. Teol, saat melakukan Jumpa Pers, dikantor GKI Klasis Sentani, Senin (25/07/2023).

Ketua Badan Pekerja Klasis (BPK) GKI Sentani, Pdt. Albert Suebu, dengan cepat melakukan klarifikasi berita yang menyatakan Badan Pekerja Klasis GKI Sentani yang mewakili 53 jemaat atau gereja telah bersepakat untuk memilih Prabowo menjadi Presiden RI sama sekali tidak benar.
“Selaku ketua BPK GKI Sentani, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh publik dan juga secara khusus kepada otoritas politik yang ada di wilayah Kabupaten Jayapura, serta yang lebih inti lagi adalah warga GKI di 53 jemaat gereja, yang ada di Klasis Sentani,” kata Albert Suebu.

banner 325x300

Untuk kronologisnya Albert menjelaskan, Ketua DPD Partai Gerindra Papua Yanni, beserta jajarannya melakukan kunjung biasa ke Kantor Klasis GKI Sentani, jumat (21/07/2023)
“Kehadiran dari pimpinan partai Gerindra kepada kami itu adalah kunjungan biasa sekaligus menjalin silaturrahmi, karena tidak ada surat resmi yang kami terima.
“Dalam kunjungan tersebut, ketua partai Gerindra menyampaikan permohonan dukungan doa dari pihak gereja atau otoritas agama-agama lain sebagaimana yang ada di tengah-tengah bangsa dan negara kita yakni, Islam, Katolik, Buddha, Hindu dan juga gereja-gereja lainnya yang ada di tanah Papua,” sambungnya.

Kunjungan yang di lakukan  Paratai Gerindra, dirinya  menerima mereka dengan hati yang penuh kebaikan.
Baginya, bahwa Gereja hadir bagi semua orang, bahkan seorang penjahat sekalipun pihak gereja siap menerimanya, karena itulah tugas dan panggilan Gereja untuk ada di tengah-tengah dunia ini.
Karena itu, ketika Ketua DPD Partai Gerindra Papua meminta kepada kami untuk mendukung mereka di dalam doa. Maka sebagai pihak gereja, kami pun memberikan dukungan di dalam doa.

Terkait di dalam berita itu, sebagai Ketua BPK GKI Sentani, saya pendeta Albert Suebu dengan tegas menolak pemberitaan tersebut. Karena itu, saya mengklarifikasi kalau itu bukan dukungan suara pilih Prabowo dari 53 jemaat, tetapi dukungan doa,” tegasnya dengan mengatakan 3 kali menolak pembritaan yang beredar.

Albert Suebu juga mengatakan, dukungan doa itu bukan hanya kepada partai Gerindra saja, tetapi kepada partai-partai politik lainnya
“Kehadiran gereja bagi semua partai politik mendukung dalam doa.  Begitu juga kami berdoa untuk pemerintah, bangsa dan negara ini karena kehadiran gereja itu bagi semua, seperti di dalam amanat Alkitab, di manapun kami ada, berdoalah untuk kesejahteraan negeri dan penduduk juga pemimpinnya, itulah kata-kata Alkitab yang menjadi amanat dalam pekerjaan gereja,” tukas Albert Suebu.

Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh otoritas politik dan juga otoritas partai-partai yang ada. Serta, kepada semua orang yang sehari-hari melakukan segala sesuatu yang berurusan dalam menghadapi pemilihan umum (Pemilu) yang akan terjadi pada 2024 mendatang.
“Baik itu, panwasdis, PPD, Bawaslu, KPU dan DKPP mulai dari tingkat kampung, distrik, kabupaten hingga provinsi itu, kami tidak bermaksud pernyataan dalam dukungan kami. Karena sebagai orang gereja dan berpikiran awam, kami menyadari belum ada penetapan dan memiliki legalitas hukum dalam penetapan calon presiden dan calon wakil presiden 2024-2029. Jadi, tahapan-tahapan ini akan kita jumpai di waktu yang akan datang,”tutupnya. (Imel)

banner 325x300