SENTANI TIMUR, Jelajahpapua.com – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Kampung Asei Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak dan masyarakat, Sabtu (15/8/2026).
Berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, di antaranya lomba kelereng, makan kerupuk, serta pertandingan futsal. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari masyarakat, khususnya anak-anak.
Selain perlombaan, Ondofolo Asei Besar, Marthen Ohee, juga menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan membagikan sembako kepada warga.
Ondofolo Kampung Asei Besar, Marthen Ohee mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan masyarakat serta memberikan ruang bagi anak-anak dan pemuda untuk melakukan kegiatan yang positif.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap masyarakat perlu terus ditingkatkan, terutama dalam menyediakan sarana olahraga bagi anak-anak dan pemuda.
Ia menilai, ketersediaan fasilitas olahraga dapat menjadi sarana positif untuk mengembangkan bakat generasi muda sekaligus mengarahkan mereka agar tidak mudah terpengaruh oleh kegiatan-kegiatan yang tidak memberikan manfaat.
“Tujuan kami meminta bantuan supaya masyarakat, terlebih pemuda, jangan sampai terpengaruh atau terpancing dengan pengaruh-pengaruh yang tidak bagus. Lebih baik kita sibukkan mereka dengan kegiatan positif seperti olahraga,” katanya.
Marthen juga berharap pemerintah pusat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap anak-anak, terutama mereka yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan memiliki berbagai potensi serta bakat yang perlu dikembangkan.
Menurutnya, bantuan pemerintah dalam bentuk sarana dan prasarana dapat menjadi stimulan untuk membangkitkan semangat anak-anak dalam mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
“Anak-anak ini sebenarnya ingin mengembangkan bakat mereka, tetapi terkadang tidak ada sarana. Kami berharap pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan hal-hal seperti ini, sehingga anak-anak memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan melakukan kegiatan yang positif,” pungkasnya. (El)














