SENTANI, Jelajahpapua.com – Perkuat Sinergitas Rindam XVII/Cenderawasih lakukan Olahraga Bersama dengan TNI/Polri, BUMN, Pemerintah Kabupaten Jayapura di Gedung Serba Guna (SGS) Rindam, Jumat 17/04/2026.
Komandan Rindam XVII/Cenderawasih, Brigjend Endra Saputra Kusuma Z.R., mengatakan kegiatan olahraga bersama yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat menjadi momentum penting dalam mempererat kebersamaan lintas sektor di Kabupaten Jayapura.
Selain bertujuan menjaga kebugaran fisik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun sinergitas antar elemen. Berbagai aktivitas dilakukan, mulai dari senam bersama hingga permainan berbasis kerja sama tim. Menariknya, setiap tim terdiri dari gabungan berbagai unsur, sehingga tidak ada sekat antar instansi.
“Kita tidak buat lomba antar kelompok, tapi satu tim itu gabungan dari TNI, Polri, pemerintah, dan lainnya. Tujuannya untuk menyatukan kita semua dalam satu semangat membangun daerah,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap bulan April, sekaligus menyambut sejumlah agenda sosial lainnya.
Sebagai tindak lanjut dari program pengobatan massal sebelumnya, pemerintah bersama tim gabungan juga akan menggelar operasi katarak dan sunatan massal.
Khusus operasi katarak dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 23 April mendatang. Pelaksanaan operasi dilakukan secara bertahap demi menjaga kenyamanan dan keamanan pasien dengan total sasaran sementara mencapai 40 orang.
“Pasien nanti akan dijemput, diantar, hingga selesai operasi supaya lebih nyaman. Karena ini operasi mata, jadi harus ditangani dokter spesialis,” jelasnya.
Tim medis yang terlibat merupakan gabungan dari tenaga kesehatan TNI dan pemerintah daerah. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, pemerintah daerah juga telah melakukan kerja sama resmi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Melalui berbagai kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin meningkat, sekaligus mendorong kolaborasi nyata dalam pembangunan daerah.
Saat di tanya tentang upaya penanganan masalah miras, Danrindam mengungkapkan pogram pembinaan bagi pemuda sebagai upaya penanganan masalah minuman keras (miras) secara menyeluruh. Program ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Bina Sosial, hingga menghadirkan narasumber dari berbagai bidang.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, tetapi juga menyasar aspek psikologis dan mental spiritual peserta. Pendekatan komprehensif dinilai penting mengingat persoalan miras tidak dapat diselesaikan dengan satu metode saja.
“Permasalahan mabuk ini tidak bisa hanya kegiatan fisik saja, tapi harus ada pendekatan psikologi, mental, dan rohani. Jadi harus komprehensif,” ungkap salah satu pihak terkait.
Rencananya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Saat ini, masih dalam tahap pendataan dan identifikasi tingkat ketergantungan para peserta, guna menentukan metode pembinaan yang tepat.
Lokasi pembinaan akan dipusatkan di Rindam sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, sementara koordinasi lintas sektor akan melibatkan dinas terkait, khususnya Bina Sosial, untuk mengajak seluruh pihak berperan aktif.
Program ini juga membuka peluang bagi para pemuda yang masih dalam tahap coba-coba atau belum mengalami dampak serius, untuk dibina lebih lanjut. Bahkan, bagi yang memenuhi syarat kesehatan dan memiliki kemauan, akan diberikan motivasi serta pembinaan fisik sebagai langkah awal menuju peluang bergabung dengan TNI.
“Kalau masih bisa dibina, kesehatannya masih baik, fisiknya memenuhi syarat, dan ada kemauan untuk berubah, kita siap bina. Ini juga sebagai motivasi bagi mereka untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Melalui program ini, diharapkan para pemuda dapat kembali ke jalur positif, sekaligus menjadi bagian dari pembangunan daerah dengan semangat baru dan disiplin yang lebih baik. (El)














