SENTANI, Jelajahpapua.com – Dalam rangka persiapan menuju Festival Danau Sentani (FDS) ke-XV tahun 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayapura melaksanakan temu seniman, budayawan, dan para mitra kepariwisataan serta diskusi Publik Road to FDS XV, dengan tema “kasih mempersatukan perbedaan, merajut budaya dan membangun pariwisata berkelanjutan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, M.PA., saat di wawancara mengatakan pembinaan terhadap kebudayaan merupakan kekuatan utama dalam mendorong kemajuan pariwisata di Kabupaten Jayapura.
Jika dulu sektor pariwisata lebih menonjolkan destinasi sebagai keunggulan, saat ini pendekatannya sudah berubah, bagaimana kebudayaan masyarakat dapat mendukung dan menopang pengembangan pariwisata dengan melakukan pembinaan kebudayaan menjadi fondasi utama dalam strategi pembangunan pariwisata.
Kegiatan yang dilakukan selama selama 2 hari tidak hanya menghadirkan diskusi mengenai pembangunan pariwisata, tetapi juga melibatkan berbagai sanggar budaya. Dimana sanggar-sanggar akan tampil memperlihatkan kekayaan budaya, melalui performa tersebut kita ingin menunjukkan bahwa kebudayaan yang mereka miliki adalah nilai juang pariwisata masa depan.
“Jadi kegiatan besok bertujuan mendorong sanggar-sanggar agar tetap eksis serta mempersiapkan mereka menuju Festival Danau Sentani (FDS). Bidang kebudayaan ini memiliki peran penting dalam membangun pariwisata melalui penguatan identitas,” terangnya.
Selain memberikan edukasi, juga mempersiapkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata melalui kekayaan budaya mereka masing-masing. Kegiatan besok diarahkan menuju FDS”, yang bertujuan membangun kesiapan masyarakat dan sanggar-sanggar budaya di kawasan Danau Sentani.
Ada sesi diskusi bersama Bapak Bupati, di mana masyarakat dan sanggar-sanggar dapat menyampaikan harapan serta kebutuhan mereka terkait pelestarian budaya dan pengembangan sanggar. Pemerintah tentu akan memberikan jawaban dan solusi yang diperlukan demi keberlanjutan kebudayaan tersebut.
Perlu diketahui bahwa FDS tahun ini akan dilaksanakan pada bulan Agustus. Namun, satu bulan sebelumnya sudah akan dimulai rangkaian pra-FDS. Harapan Bupati adalah agar kawasan Khalkote sudah hidup dengan berbagai aktivitas budaya dalam satu bulan penuh menyongsong festival. Kedepan, kawasan Khalkote tidak hanya akan menjadi lokasi pelaksanaan FDS, tetapi akan dikembangkan menjadi pusat ekspo budaya yang aktif sepanjang tahun.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jayapura, Fredrik Modouw menjelaskan Road to Festival Danau Sentani & Penguatan Pariwisata Kabupaten Jayapura adalah dua sektor yang saling berkaitan erat. Dengan melakukan pembinaan terhadap kebudayaan meyakini identitas budaya merupakan kekuatan utama dalam mendorong kemajuan pariwisata Kabupaten Jayapura.
” Jadi kegiatan ini tindak lanjut dari arahan Bapak Bupati Jayapura dengan komitmennya menghadirkan FDS tahun depan dengan konsep baru yang lebih kuat dan lebih terarah.
Dengan konsep ini, Bapak Bupati akan mengundang seluruh insan budaya, seniman, budayawan, mitra pariwisata, akademisi, tokoh adat, dan berbagai unsur masyarakat untuk duduk bersama dalam forum diskusi.
Forum ini juga akan dikemas secara santai dan terbuka, sambil berdiskusi menikmati pertunjukan seni dari berbagai sanggar budaya berupa tarian adat, musik daerah, cerita rakyat, serta selingan musik modern untuk memberi warna pada kegiatan ini.
Selain membahas FDS, pertemuan ini juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan pariwisata secara lebih luas.
“Rangkaian kegiatan ini berlangsung pada tanggal 28 dan 29, memberi manfaat besar, baik bagi kebudayaan maupun bagi pariwisata Kabupaten Jayapura, serta menjadi langkah awal yang kuat dalam menyongsong Festival Danau Sentani dengan konsep baru, ” pungkasnya. (At)

















