KUTAI KARTANEGARA, Jelajahpapua.com – Ketua Kontingen KTNA Kabupaten Jayapura 2025, Adriana Bunga, S.Pi., M.Si., menyampaikan keikutsertaan dalam kegiatan Pra-Penas di Kutai Kartanegara memberikan banyak pengalaman berharga, khususnya di bidang pertanian.
Menurutnya, salah satu hal yang dipelajari adalah inovasi perbaikan alat pertanian, seperti traktor. Kedepan traktor yang rusak pun sudah bisa diperbaiki karena kita sudah belajar dan melihat langsung bagaimana cara memodifikasi agar lebih bagus dipakai,” ujarnya.
Lalu menyoroti sistem panen raya di Kutai Kartanegara, di mana setiap kelompok tani membuat demplot padi seluas satu hektare. Metode ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi.
Ia menambahkan, penggunaan peralatan pertanian modern untuk penyiraman hama juga menjadi perhatian. Pihaknya bahkan berencana mengajukan permohonan bantuan ke Jakarta agar Kabupaten Jayapura dapat memanfaatkan teknologi tersebut. “Alat-alat itu bisa mempersingkat waktu kerja dan tenaga. Itu yang kita butuhkan di Papua, khususnya Kabupaten Jayapura,” terangnya.
Tidak hanya itu, pameran yang digelar bersamaan dengan Pra-Penas juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Salah satunya Stand milik Balai Teknologi dan Ekonomi (BTE) bahkan menjadi salah satu yang paling banyak diminati.
Adriana menegaskan, harapannya ke depan ada dukungan berkelanjutan dari pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian. Hal ini, sejalan dengan misi Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., dan Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., yakni kasih menembus perbedaan.
“Misi ini harus kita dukung dan sebarkan, terutama dalam bidang pertanian, agar sejalan dengan program Bapak Presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ungkapnya. Kabupaten Jayapura berusaha agar tahun ini dan selanjutnya ketahanan pangan semakin meningkat,” pungkasnya. (Imel)















