banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

banner 728x90

Diskusi ‘Road to FDS XV’ 2026, Disbudpar Matangkan Kesiapan Dengan Semua Pihak

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, M.PA., perwakilan PHRI, HPI, Angkasa Pura, bersama Seniman, Pimpinan Sanggar, Pelaku UMKM, di Pholeow Park Sentani, Jumat 28/11/2025 malam.

SENTANI,Jelajahpapua.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mulai menggelar Diskusi Road to Festival Danau Sentani (FDS) XV di kawasan wisata Pholeuw Park, Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Jumat (28/11/2025). Kegiatan pra-festival ini menjadi ajang penyamaan konsep antara pemerintah, sanggar, KKP, UMKM dan pelaku pariwisata menjelang FDS XV yang dijadwalkan berlangsung 3–5 Agustus 2025.

Bupati Jayapura yang di wakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP, mengatakan FDS ke XV bukan sekadar acara tahunan, tetapi wadah untuk menunjukkan kekuatan budaya Sentani secara lebih terstruktur dan profesional.
“Kita ingin penampilan sanggar dan KKP di FDS XV benar-benar rapi, terkonsep, dan mewakili identitas budaya kita. Persiapan harus dimulai jauh sebelum hari H,” tuturnya di hadapan peserta,”ujaranya.

Abdul Rahman Basri mengatakan, diskusi selama dua hari ini difokuskan untuk merumuskan langkah-langkah teknis menuju FDS XV, merancang langkah yang tepat. Pemerintah memerlukan masukan dari para seniman dan pelaku pariwisata agar FDS XV semakin matang dan berjalan sukses.

“Sesuai arahan Bupati, satu bulan sebelum FDS akan dilakukan rangkaian pra-event untuk membangun antusiasme dan promosi festival. Karena itu, ia meminta seluruh sanggar, KKP, dan UMKM terlibat aktif sejak tahap awal,” terangnya.

Pholeuw Park dipilih sebagai lokasi pembukaan karena menjadi salah satu titik wisata budaya yang berkembang pesat di kawasan Danau Sentani.

Diskusi yang berlangsung hingga besok ini diikuti puluhan sanggar dan komunitas budaya dari berbagai kampung sekitar Danau Sentani. Pemerintah berharap, hasil diskusi dapat menjadi pedoman teknis yang memudahkan peserta dalam mempersiapkan materi, durasi tampil, manajemen panggung, dan narasi budaya menjelang FDS XV tahun 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, M.PA., mengatakan membangun pariwisata dan menyukseskan FDS 2026 tidak bisa menjadi tugas pemerintah saja. Ini harus menjadi kolaborasi semua pihak—seniman, budayawan, masyarakat adat, pramuwisata, perhotelan, hingga komunitas traveler.

“Kita harus tahu, paradigma pariwisata telah berubah, jika sebelumnya daya tarik utama adalah keindahan destinasi, kini unsur budaya menjadi unsur paling dicari wisatawan. Dimana orang datang melihat budaya seperti, seni, tarian, ukiran, kuliner. Keunikan ini yang menjadi daya tarik utama. Destinasi adalah pelengkap,” katanya.

Disbudpar berencana menggelar pergelaran budaya setiap bulan mulai Januari 2026 hingga puncak FDS pada 3–5 Agustus 2026. Festival tahun depan akan menjadi momentum pembangunan pariwisata berbasis budaya.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan PHRI, HPI, Angkasa Pura, serta sejumlah UMKM kuliner dari wilayah Sentani Timur. Menurut Yarusabra, pihaknya mulai menghimpun para pelaku pariwisata di beberapa kawasan seperti Buyaka, Grimenawa, dan daerah pesisir. (At)