Kutai Kartanegara, Jelajahpapua.com – Rembug dan Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional yang digelar di Kutai Kartanegara menjadi bukti nyata kemajuan pertanian di wilayah itu. Salah satu bukti terlihat dari panen raya padi yang disaksikan anggota KTNA dari berbagai provinsi, termasuk perwakilan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Menurut Ketua KTNA Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, kemajuan pertanian di Kutai Kartanegara terutama ditopang oleh penggunaan peralatan pertanian canggih. Peralatan modern ini mempercepat proses pengolahan lahan dan menanam padi, sehingga waktu dan tenaga manusia dapat dihemat.
“Peralatan canggih yang dimiliki KTNA Kukar, seperti Dron Speyer untuk penyemprotan hama, TR_CRAULER untuk pengolahan tanah, serta Transplanter untuk menanam padi, sangat membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya,” jelas Adolf Yoku saat diwawancara, Minggu (21/09/2025).
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan sekaligus Koordinator BPP Besum wilayah kerja Kampung Karya Bumi, Imestum, Hangggai Hamong, Miko Lolok, S.Pt., Sanggai, menambahkan bahwa kegiatan panen raya di Mangkurawang digelar dalam rangka Pra-Penas. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Tenggarong, Ketua KTNA Tenggarong, serta petani dan anggota KTNA dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan Kabupaten Jayapura.
“Di Mangkurawang, kami melihat demonstrasi alat-alat pertanian modern seperti Dron Speyer untuk penyemprotan padi dan TR_CRAULER untuk pengolahan tanah. Untuk kondisi di Kabupaten Jayapura, pengadaan alat-alat seperti ini sangat memungkinkan, khususnya di wilayah penghasil padi seperti Kampung Karya Bumi, Sumbe, Sentap, dan Besum,” jelas Miko Lolok.
Mengenai hasil panen, Miko Lolok menyebutkan bahwa padi varietas Imparit 32 yang ditanam di Mangkurawang menunjukkan hasil sangat baik, yakni 6–7 ton gabah kering per hektar untuk demplot. Sementara itu, rata-rata produksi di Kabupaten Jayapura baru mencapai 3–4 ton per hektar.
“Petani di Kampung Karya Bumi berharap hujan tidak turun saat masa tanam, karena irigasi di sana belum lancar. Jika irigasi sudah baik, mereka bisa menanam padi hingga tiga kali setahun
Ia berharap Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura dapat mendukung penuh peralatan Alsintan kepada petani di kabupaten jayapura, sehingga setiap tahunnya dapat meningkat hasil pertanian dalam mendukung swasembada pangan dan ekonomi masyarakat,” pungkas Miko Lolok. (At)














