SENTANI TIMUR, Jelajahpapua.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) XV, termasuk pengaturan transportasi dan parkir bagi masyarakat yang akan datang menikmati pesta budaya dan pariwisata tersebut.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah memusatkan parkir kendaraan roda empat di Stadion Lukas Enembe. Dari lokasi tersebut, pengunjung akan diantar menggunakan bus menuju kawasan utama FDS di Khalkote. Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., mengatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang menghadiri FDS.
Hal itu disampaikan Bupati Wonda usai memimpin rapat bersama panitia FDS, pimpinan OPD dan para kepala distrik di Khalkote, Kamis (20/08/2026).
“Bus nanti akan menjemput dan mengantar pengunjung secara terus-menerus. Jadi semua parkirnya di Stadion Lukas Enembe. Tidak ada parkir mobil di sini,” kata Bupati Wonda.
Menurutnya, bus antar-jemput akan beroperasi secara berkala sehingga masyarakat tidak perlu khawatir meninggalkan kendaraan jauh dari lokasi festival. Sistem ini sekaligus diharapkan membuat arus kendaraan menuju kawasan FDS lebih tertib.
Kebijakan tersebut juga belajar dari pengalaman pelaksanaan kegiatan pada 17 Agustus lalu. Saat itu, kendaraan yang datang cukup banyak sehingga area sekitar lokasi kegiatan cepat dipenuhi kendaraan.
“Pengalaman tanggal 17 kemarin, baru kegiatan tanggal 17 saja sudah penuh sampai depan. Tidak ada ruang lagi. Makanya kita semua parkir di Stadion Lukas Enembe,” ujarnya.
Berbeda dengan kendaraan roda empat, pengunjung yang menggunakan sepeda motor masih diperbolehkan masuk ke kawasan festival. Pengaturan ini dilakukan karena kendaraan roda dua dinilai lebih mudah diarahkan dan ditata di area parkir.
Namun, masyarakat yang menggunakan sepeda motor dan memilih memarkir kendaraannya di Stadion Lukas Enembe juga tetap diperbolehkan.
Bupati berharap sistem transportasi tersebut dapat membuat masyarakat lebih nyaman menikmati seluruh rangkaian FDS tanpa harus terganggu persoalan kemacetan dan keterbatasan lahan parkir.
FDS Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Lebih dari sekadar festival, FDS XV diarahkan menjadi ruang promosi pariwisata dan budaya Kabupaten Jayapura. Keindahan Danau Sentani, kekayaan budaya masyarakat adat, seni tradisional, kuliner lokal hingga produk UMKM akan menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan.
Bupati Wonda juga menegaskan bahwa pelaksanaan FDS tidak semata-mata berorientasi pada target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, tujuan utama festival adalah memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya Kabupaten Jayapura kepada masyarakat luas sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Festival ini bukan semata-mata mengejar PAD. Yang paling penting bagaimana budaya dan pariwisata kita bisa dikenal, kemudian masyarakat dan UMKM juga mendapatkan manfaat ekonomi,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, FDS XV diharapkan mampu menjadi magnet wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar Danau Sentani.
Pemerintah Kabupaten Jayapura mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama festival berlangsung. Pengunjung juga diharapkan dapat menikmati keindahan Danau Sentani, pertunjukan budaya, kuliner dan berbagai produk lokal yang disiapkan dalam festival.
FDS XV diharapkan bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi semakin kuat sebagai destinasi wisata budaya Kabupaten Jayapura yang mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (El)














