banner 728x90

Kapolres Jayapura: Penyebab Dugaan Keracunan MBG Masih Diselidiki

DEPAPRE, Jelajahpapua.com – Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan, menegaskan kepolisian bersama tim gabungan masih menyelidiki penyebab dugaan keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab ratusan warga mengalami gangguan kesehatan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan bakteri, kontaminasi makanan, atau faktor lainnya.
“Penyelidikannya masih berjalan. Masih ada tim gabungan dari Dinkes, BPOM, TNI dan Polri yang sementara melakukan penyelidikan,” kata Kapolres saat konferensi pers bersama Bupati Jayapura Yunus Wonda, Dandim 1701 Jayapura Kolonel Inf Taufik Hidayat dan Forkopimda di Distrik Depapre, Sabtu (8/8/2026).

Kapolres menegaskan kepolisian tidak akan mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.
Menurutnya, tim gabungan telah melibatkan tenaga ahli yang nantinya bertugas menentukan secara ilmiah apakah terdapat hubungan antara makanan yang dikonsumsi dengan gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat MBG.

Kapolres juga menegaskan dirinya bukan pihak yang memiliki kapasitas keilmuan untuk menentukan penyebab medis dari kejadian tersebut.
“Saya bukan ahlinya. Saya sebagai Kapolres bukan ahli dalam menentukan itu. Saya hanya bilang bahwa itu dugaan,” tegasnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar.

Menurut Kapolres, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar penting untuk mengetahui penyebab kejadian secara spesifik.
“Untuk menentukan bahwa ini begini atau bukan, ada ahlinya. Jadi penyelidikan masih sementara berlangsung oleh tim gabungan untuk menentukan secara spesifik terkait makanan tersebut,” ujarnya.

Polisi bersama Dinas Kesehatan, BPOM dan TNI terus berkoordinasi dalam proses pemeriksaan tersebut.
Polisi Tetap Dukung Program MBG
Di tengah penyelidikan, Kapolres menegaskan pihaknya tetap mendukung Program MBG sebagai program pemerintah pusat.

Namun, proses penyelidikan tetap harus berjalan untuk memastikan fakta sebenarnya di lapangan.
Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi penerima manfaat MBG dan terdampak dalam kejadian tersebut.
“Kita juga mohon maaf kepada masyarakat, terutama anak-anak. Kalau memang nanti hasilnya terkait MBG, bakteri atau apa, tetap akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan,” katanya.

Kapolres meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia menegaskan, sampai saat ini istilah yang digunakan masih dugaan, karena penyebab pastinya belum ditetapkan.
Penyelidikan tim gabungan masih berlangsung dan hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab gangguan kesehatan yang dialami warga di Depapre.

Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan berdasarkan hasil pemeriksaan ahli, bukan berdasarkan asumsi atau spekulasi. (**)