SENTANI, Jelajahpapua.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Papua. AHY tiba bersama Menteri Transmigrasi dan jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (17/9/2026).
Kedatangannya disambut Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol, Bupati Jayapura Yunus Wonda, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.
AHY mengatakan kunker dilakukan bentuk keseriusan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Papua dengan melihat langsung pembangunan sekaligus memperkuat agenda konektivitas antarwilayah Papua.
Salah satu agenda utama AHY adalah meninjau pelaksanaan program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) di ruas Jalan Skori-Puay, Kabupaten Jayapura, Papua.
Jalan sepanjang 7 kilometer tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat akses serta konektivitas jalan daerah di Papua.
Bagi pemerintah pusat, pembangunan jalan bukan sekadar membangun badan jalan.
AHY mengungkapkan Infrastruktur harus mampu membuka akses masyarakat, memperlancar arus barang dan orang, serta menggerakkan ekonomi daerah.
Pemerintah pusat akan terus mengawal pembangunan infrastruktur bersama pemerintah daerah, khususnya untuk membuka keterhubungan wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Kita ingin menghubungkan antarwilayah, antarkabupaten dan antarkota. Pada akhirnya ini akan memajukan ekonomi masyarakat dan meningkatkan potensi yang selama ini mungkin sudah ada,” terangnya.
Menurut AHY, Papua yang kini terdiri atas enam provinsi dan 42 kabupaten/kota membutuhkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.
Konektivitas antardaerah dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Jalan yang semakin terhubung juga diharapkan membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
AHY juga menyoroti pentingnya keterhubungan Jayapura-Wamena sebagai bagian dari jaringan konektivitas Papua.
“Kalau jalan antara Jayapura dan Wamena benar-benar terhubung, ini akan sangat membantu aktivitas ekonomi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, daya beli, dan lain-lain sehingga akhirnya kehidupan semakin baik,” ujarnya.
Dengan konektivitas yang lebih baik, pemerintah melihat peluang untuk memperluas aktivitas ekonomi, meningkatkan mobilitas barang dan masyarakat, serta mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Namun, AHY menegaskan konektivitas Papua tidak boleh hanya bertumpu pada jalan darat. Jalur Laut dan Udara Juga Diperkuat mendorong penguatan konektivitas maritim melalui optimalisasi pelabuhan dan sektor kemaritiman.
Langkah tersebut diarahkan untuk membantu menekan biaya logistik sehingga distribusi kebutuhan masyarakat maupun barang antardaerah menjadi lebih terjangkau.
Sementara itu, transportasi udara, termasuk penerbangan perintis, tetap memiliki peran penting untuk menjangkau wilayah yang belum mudah diakses melalui jalur darat.
“Papua juga harus terhubung maritimnya. Kita harus memberdayakan pelabuhan dan sektor kemaritiman agar logistik semakin murah, semakin terjangkau. Begitu pula bandara udara, transportasi udara, perintis yang juga diharapkan membantu mobilitas manusia maupun barang,” kata AHY.
Selama berada di Papua, AHY juga dijadwalkan berdiskusi dengan para kepala daerah untuk mendengar langsung aspirasi, persoalan dan tantangan pembangunan.
Pemerintah pusat sebelumnya telah menerima berbagai masukan dari para gubernur terkait kebutuhan infrastruktur dasar dan konektivitas di Papua.
AHY menekankan, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Papua tidak boleh tertinggal dibandingkan saudara-saudara ataupun masyarakat Indonesia lainnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur dan ekonomi merupakan bagian penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung keamanan dan stabilitas wilayah.
“Pembangunan ekonomi, pembangunan infrastruktur juga salah satu faktor penting untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan masyarakat yang kita harapkan semakin baik ke depan,” pungkas AHY. (El)














