banner 728x90

Wabup Haris Yocku: Potensi Ikan Air Tawar Harus Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat

Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S., Yocku, S.H., saat memberikan sambutan pada pelatihan magang kelompok pembudidaya ikan air tawar di BBI Kampung Sereh, Kabupaten Jayapura, Rabu 16/09/2026.

SENTANI, Jelajahpapua.com – Pemerintah Sarmi melakukan kegiatan pelatihan magang kelompok pembudidaya ikan air tawar yang berlangsung 16-18 September yang di buka langsung oleh Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S., Yocku, S.H., di BBI Kampung Sereh, Kabupaten Jayapura, Rabu 16/09/2026.

Wabup Haris Yocku mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar sebagai salah satu sektor strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kegiatan yang diikuti 23 peserta pembudidaya ikan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sarmi.

Wabup Haris Yocku menjelaskan pemerintah daerah menilai potensi perikanan air tawar di Papua, khususnya di wilayah Kabupaten Jayapura dan Sarmi, harus dikelola secara produktif, berkelanjutan, dan berbasis peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Pembangunan perikanan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Potensi perikanan air tawar yang kita miliki harus dapat dikelola secara baik, produktif dan berkelanjutan,” terangnya.

Iya mengungkapkan pengembangan budidaya ikan dinilai tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan dan benih. Kemampuan pembudidaya dalam menerapkan teknik budidaya, mengelola usaha, memanfaatkan teknologi serta meningkatkan produktivitas menjadi faktor penting untuk memastikan usaha perikanan mampu berkembang.

Karena itu, pelatihan tersebut diarahkan tidak sekadar menjadi kegiatan peningkatan pengetahuan, tetapi harus menghasilkan pembudidaya yang mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara langsung di lapangan.

Sebanyak 23 peserta diminta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara serius, aktif berdiskusi dengan narasumber, serta berbagi pengalaman dengan sesama pembudidaya.
“Ilmu yang diperoleh jangan berhenti di ruang pelatihan. Bawa pulang, praktikkan, kembangkan, dan bagikan kepada masyarakat lainnya,” harapnya.

Penguatan kapasitas pembudidaya menjadi semakin penting di tengah kebutuhan untuk meningkatkan kemandirian pangan dan menciptakan sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Budidaya ikan air tawar juga dipandang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif masyarakat apabila didukung pengetahuan teknis, pengelolaan usaha yang baik, akses terhadap sarana produksi, serta pendampingan yang berkelanjutan.

Iya menegaskan pembangunan sektor perikanan harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan, sehingga pemanfaatan sumber daya alam tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga tetap menjaga keberlangsungan sumber daya perikanan.
“Semangat pembangunan kita adalah membangun masyarakat yang mandiri, produktif dan sejahtera. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus kita dukung sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Kolaborasi antardaerah dinilai penting untuk mendorong pengembangan sektor perikanan yang lebih terarah, mulai dari peningkatan keterampilan pembudidaya hingga pengembangan usaha yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dalam semangat “Satu Hati Membangun Papua”, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Wabup Haris Yocku berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti pelatihan, tetapi mampu mengimplementasikannya di daerah masing-masing dan menjadi penggerak bagi pengembangan budidaya ikan air tawar di tengah masyarakat.

Dengan demikian, sektor perikanan tidak berhenti sebagai potensi, tetapi dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, sumber pangan, sekaligus lapangan usaha yang berkelanjutan. (El)