SENTANI TIMUR, Jelajahpapua.com – Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi seni dan budaya Papua, tetapi juga memberikan ruang besar bagi masyarakat lokal untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi.
Dari total 256 stan yang tersedia selama pelaksanaan FDS XV di kawasan Kalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, sebanyak 191 stan diisi Orang Asli Papua (OAP).
Sementara 85 stan lainnya diisi peserta dari berbagai daerah di Nusantara.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan FDS XV memberikan porsi besar kepada pelaku usaha lokal, khususnya OAP, untuk memasarkan berbagai produk kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke lokasi festival.
Berbagai produk ditawarkan di stan-stan tersebut, mulai dari kuliner khas Papua, olahan sagu, kerajinan tangan, produk kreatif, hingga berbagai usaha UMKM lainnya.
Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., mengatakan keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan FDS. Menurutnya, festival harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial.
“Festival ini juga mengajarkan kepada kita bahwa keberagaman bukanlah alasan untuk terpisah. Justru melalui budaya, seni dan kebersamaan kita dapat semakin mengerat persaudaraan,” tuturnya saat penutupan FDS XV, Jumat (5/9/2026).
Besarnya jumlah stan yang diisi OAP menjadi peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Kehadiran wisatawan selama festival membuat produk lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat Kabupaten Jayapura, tetapi juga berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas.
Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat adat.
Pemerintah Kabupaten Jayapura juga berkomitmen agar manfaat tersebut tidak berhenti setelah FDS XV ditutup.
Kawasan Kalkote yang menjadi lokasi festival ditetapkan untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata dan kuliner permanen. Dengan demikian, aktivitas UMKM diharapkan dapat terus berjalan dan tidak hanya bergantung pada pelaksanaan FDS setiap tahun.
Pariwisata Harus Berdampak ke Masyarakat
Yunus menilai kawasan Kalkote memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas wisata, budaya dan kuliner.
Karena itu, keberadaan UMKM OAP menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal.
Pengunjung tidak hanya datang menikmati pertunjukan budaya, tetapi juga dapat membeli produk masyarakat dan menikmati kuliner khas Papua.
Di sisi lain, Yunus mengajak masyarakat menjaga kebersihan, budaya dan lingkungan kawasan Kalkote agar tetap menarik bagi wisatawan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan FDS XV.
“Kalau ada kekurangan di sana-sini, jangan salahkan ketua panitia, jangan salahkan siapa-siapa. Salahkan saya dan Wakil Bupati karena kami yang bertanggung jawab untuk semua ini,” tegasnya.
Dengan dominasi stan OAP dan komitmen menjadikan Kalkote sebagai kawasan wisata dan kuliner permanen, FDS XV diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi UMKM Orang Asli Papua dan penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Jayapura. (El)














