banner 728x90

147 Ribu Orang Serbu FDS XV, Perputaran Uang di Kalkote Tembus Rp1,2 Miliar

Suasana Penutupan FDS XV, Sabtu 05/09/2026 malam.

SENTANI TIMUR, Jelajahpapua.com – Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 memberikan gambaran kuat tentang potensi pariwisata Kabupaten Jayapura. Selama rangkaian kegiatan hingga penutupan, Sabtu (5/9/2026), kawasan Kalkote, Distrik Sentani Timur, tercatat dikunjungi sekitar 147 ribu orang.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat dan wisatawan untuk datang menikmati berbagai atraksi budaya, seni, kuliner dan produk UMKM yang ditampilkan selama FDS XV.

Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., mengatakan tingginya jumlah kunjungan menjadi salah satu indikator bahwa kawasan Danau Sentani memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.
“Total semua sampai tadi siang sampai malam ini, 147 ribu sekian yang hadir di tempat ini,” ungkap Yunus saat penutupan FDS XV di Kalkote, Jumat (5/9/2026).

Menurutnya, kunjungan wisatawan dan masyarakat tersebut tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi festival.

Selama rangkaian pra-event hingga penutupan FDS XV, perputaran uang di kawasan Kalkote disebut mencapai sekitar Rp1,2 miliar.
“Peredaran uang yang terjadi sejak pra-event sampai tanggal 29, tanggal 3 dan terakhir hari ini tanggal 5, hampir Rp1,2 miliar lebih. Itu peredaran uang di lokasi Kalkote,” jelasnya.

Perputaran ekonomi tersebut berasal dari berbagai aktivitas masyarakat selama festival, mulai dari penjualan kuliner, produk UMKM, kerajinan, hingga berbagai kebutuhan wisatawan yang datang ke kawasan FDS.

Bupati Yunus menilai capaian tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa, terlebih FDS XV dilaksanakan dalam kondisi efisiensi anggaran.
“Bagi kami, bagi saya dan Wakil Bupati, itu hal yang luar biasa karena dalam kondisi efisiensi kami bisa sampai ke titik itu,” ujarnya.

Kalkote Disiapkan Jadi Destinasi Permanen
Melihat tingginya kunjungan dan aktivitas ekonomi selama festival, Pemerintah Kabupaten Jayapura berkomitmen tidak menjadikan Kalkote hanya sebagai lokasi penyelenggaraan FDS setiap tahun.

Yunus bersama Wakil Bupati Jayapura menetapkan kawasan tersebut untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata dan kuliner permanen.

Dengan konsep tersebut, kawasan Kalkote diharapkan tetap hidup setelah FDS XV berakhir dan dapat menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Jayapura.
“Tidak sekadar festival dan kita tunggu lagi tahun depan. Tidak. Ini akan terus berjalan untuk terus mendorong kreativitas lokal, budaya dan seni terus muncul dan bangkit di tempat ini,” tegasnya.

Menurut Yunus, keberhasilan FDS XV menjadi momentum untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Dengan jumlah kunjungan mencapai 147 ribu orang dan perputaran uang sekitar Rp1,2 miliar, FDS XV menunjukkan bahwa budaya, pariwisata dan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan.

Pemerintah Kabupaten Jayapura berharap keberadaan destinasi wisata permanen di Kalkote nantinya mampu memperpanjang manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjadikan Danau Sentani sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan di Papua. (El)