KUTAI KERTANEGARA, Jelajahpapua.com – Kegiatan Pra Penas Rembug dan Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional ke-54, yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) di hari kedua berjalan dengan baik.
Stand Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, ramai pengunjung karena memamerkan hasil pertanian dan kerajinan tangan.
Salah satu pengrajin andalan, Marta Ohee menampilkan hampir 100 jenis kerajinan tangan unggulan karya-karyanya diantaranya, noken kecil dan besar, noken dari kulit kayu, noken dari karung goni yang dimodifikasi dengan motif Batik Sentani, makota bulu kasuari, suari dengan hiasan bulu ayam, gelang tangan, kalung, dan berbagai aksesoris tradisional khas Papua, kata mama Marta Ohee saat di wawancara, Sabtu 20/09/2025.
“Kami menampilkan beragam produk, mulai dari cincin serat pohon dengan harga Rp5.000 hingga noken besar seharga Rp1 juta. Lalu Batik Sentani yang dipamerkan berbeda dengan batik Papua pada umumnya, menampilkan motif dan ukiran khas daerah Sentani. Pengunjung sangat antusias karena barangnya unik dan harganya terjangkau,” ujar Mama Marta.
Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutai Timur, Roma Malau, yang juga membeli Batik Sentani, menyampaikan apresiasi kepada peserta KTNA dari Kabupaten Jayapura yang hadir dari jauh.
“Saya membeli Batik Sentani karena memang saya suka dengan motifnya. Batik Papua sudah banyak yang jual, tetapi Batik Sentani belum banyak, sehingga pilihan saya jatuh pada Batik Sentani,” ujarnya.
Roma Malau juga memberi masukan agar ke depan Batik Sentani dapat menggunakan pewarna alami. “Papua masih terkenal dengan alamnya yang terjaga. Dengan pewarna alami, warna batik pasti lebih bagus dan lingkungan tetap terjaga,” ungkapnya.
Selain memamerkan kerajinan, stand ini juga menampilkan alat makan tradisional Papua, kampak batu, dan batu emas kawin sebagai koleksi istimewa. Mama Marta berharap, di pameran berikutnya, pengaturan stand lebih terkoordinasi sehingga kerajinan dan makanan dipisahkan agar pengunjung lebih nyaman menilai setiap produk.
“Ke depan, saya ingin membawa produk yang lebih inovatif dan kreatif, tetap menggunakan bahan baku asli Papua, sehingga pengunjung bisa melihat keunikan dan kekayaan budaya Sentani,” tambahnya.
Dengan keragaman produk dan antusiasme pengunjung, stand Kabupaten Jayapura menjadi salah satu daya tarik utama di Pra Penas Rembug dan Expo KTNA 2025. (At)














