banner 728x90

banner 728x90

Viral Tak Diberi Akses Masuk Oleh Panpel Persipura, Ini Klarifikasi Wabup Haris Yocku

Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Yocku, S.H., saat bertemu Ketua Panpel Persipura Jayapura, Alberto Itaar dan tim di ruang Kerja Wakil Bupati Jayapura, Selasa 21/04/2026.

SENTANI, Jelajahpapua.com – Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Yocku, S.H., memberikan Klarifikasi terkait polemik yang beredar di media sosial soal dirinya yang disebut dilarang masuk Stadion saat pertandingan Persipura Jayapura.

Wabup Haris Yocku menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar dan kejadian tersebut murni akibat miskomunikasi di lapangan, hal itu di sampaikan usai bertemu dengan panitia pelaksana (Panpel) Persipura Jayapura, di ruang kerja Wakil Bupati Jayapura, Selasa 21/04/2026.
“Perlu saya sampaikan apa yang beredar itu tidak benar. Saya datang ke stadion bersama anak-anak dan ajudan, serta membawa tiket resmi, termasuk dua tiket rebox,” jelasnya.

Berdasarkan kronologi, saat tiba di stadion pertandingan sudah memasuki babak kedua. Kehadirannya pun bukan semata untuk menonton, melainkan karena ada dokumen penting yang harus segera ditandatangani oleh Bupati.
“Terkait isu penghadangan, itu tidak benar. Teman-teman panitia hanya menjalankan tugas. Aturannya jelas, satu tiket untuk satu orang, dan saya menghormati itu,” ujarnya.

Wabup Haris Yocku mengungkapkan, dirinya bahkan mengalah dengan memberikan tiket kepada kedua anaknya, sementara ia mencari akses lain untuk masuk guna menyelesaikan tugas kedinasan.
“Setelah saya masuk, dokumen ditandatangani, pertandingan selesai, kami langsung pulang. Tidak ada persoalan saat itu,” katanya.

Orang nomor dua di Kabupaten Jayapura yang juga menjabat Ketua KONI Kabupaten Jayapura mengimbau masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana dengan spekulasi yang tidak benar.
“Saya harap masyarakat tetap menjaga kondisi tetap kondusif. Jangan ada spekulasi yang bisa mengganggu pertandingan ke depan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mendukung Persipura secara positif.
“Kalau kita bilang fans, sederhana saja: beli tiket dan jangan buat anarkis. Itu bentuk dukungan nyata kita,” katanya.

Menurutnya, Persipura bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol kebanggaan masyarakat Papua.
“Persipura itu harga diri kita. Kita semua adalah Persipura,” ujarnya.

Wabup mengajak seluruh masyarakat untuk datang dan memenuhi stadion pada pertandingan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei.
“Mari kita datang, penuhi stadion, dan buktikan bahwa kita benar-benar mencintai Persipura,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panpel Persipura Jayapura, Alberto Itaar, menyampaikan adanya miskomunikasi, kekeliruan koordinasi di lapangan.
“Kami tidak mengharapkan kejadian ini terjadi. Prinsip kami jelas, tanpa tiket tidak boleh masuk. Namun informasi bahwa ada Wakil Bupati yang akan masuk tidak sampai ke kami di bagian atas,” ujarnya.

Panpel juga menyampaikan bahwa pertemuan dengan Wabup telah berlangsung baik dan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. (El)