JAYAPURA, Jelajahpapua.com – Dalam rangka mendukung seluruh program pemerintah serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman, nyaman, dan damai, Ondofolo Puay bersama masyarakat adat Kampung Puai, Ayapo, dan Yokiwa, Distrik Sentani Timur menggelar musyawarah adat di para para adat Kampung Puay, Sabtu (23/05/2020).
Musyawarah dihadiri tokoh adat, gereja, kepala kampung, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga dari tiga kampung bersepakat untuk terus menjaga persatuan dan mendukung pembangunan di wilayah adat masing-masing.
Dalam pertemuan itu, Ondofolo Puay, Yakob Fiobetauw menyampaikan bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung berbagai kebijakan pemerintah demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Ondofolo Yakob Fiobetauw juga mengimbau masyarakat Papua, khususnya warga Kampung Puay, agar tidak mudah terpengaruh dengan berbagai isu yang berkembang di Papua saat ini, termasuk film dokumenter Pesta Babi yang tengah viral di media sosial.
Menurut Yakob Fiobetauw, masyarakat harus tetap menjaga nama baik kampung, menjaga persatuan, serta mendukung pembangunan demi kemajuan bersama.
Ia menilai berbagai isu yang berkembang, termasuk isu Papua merdeka, hanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi kepentingan pribadi.
Yakob juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh dengan penggunaan simbol-simbol yang bertentangan dengan negara karena dinilai dapat menghambat pembangunan di Papua.
“Kalau masyarakat fokus mendukung program-program pemerintah yang positif, maka pembangunan pasti akan berjalan baik dan masyarakat juga akan maju,” lanjutnya.
“Saya melihat film itu hanya mengambil sisi negatifnya saja. Tidak pernah mengambil data atau penjelasan dari pemerintah tentang tujuan pembangunan untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai narasi dalam film tersebut cenderung memicu masyarakat untuk melawan pemerintah dan negara.
Sebagai tokoh adat, Yakob Fiobetauw berharap masyarakat tetap menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya, serta mendukung terciptanya situasi Papua yang aman dan kondusif demi keberlanjutan pembangunan di daerah.
Perwakilan Kepala Kampung, Gereja, Tokoh Perempuan, Pemuda dan masyarakat sepakat menjaga situasi yang aman dan damai menjadi dasar utama agar aktivitas masyarakat, pembangunan, pendidikan, maupun pelayanan kepada warga dapat berjalan dengan baik.
Tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan serta mengganggu keamanan di tengah masyarakat.
Melalui musyawarah adat tersebut, masyarakat juga menyatakan komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai adat, mempererat tali persaudaraan, serta mendukung terciptanya suasana kondusif di wilayah Kabupaten Jayapura. Pada pertemuan, Pemerintah Pusat memberikan Tali Asih kepada ratusan masyarakat yang hadir pada tatap muka dalam mendukung seluruh program pemerintah serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). (El)














