SENTANI, Jelajahpapua.com – Berlangsung selama dua hari, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kabupaten Jayapura Tahun 2026 resmi ditutup oleh Plt. Sekda Dr. Yusuf Yambe Yabdi, S.T., M.T., di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Selasa (14/4/2026).
Rakerda yang mengusung tema “Pemenuhan Infrastruktur dan Pelayanan Dasar yang Handal dan Merata Berbasis Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan Berorientasi Hasil.”
Plt. Sekda Dr. Yusuf Yambe dalam sambutannya mengatakan hasil-hasil Rakerda tidak boleh berhenti di atas kertas. Namun harus diukur dari keberhasilan melalui implementasi nyata di lapangan.
Rakerda sebagai forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh perangkat daerah. Menjadi ruang memperkuat koordinasi dan menyelaraskan program pembangunan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
Dari Rakerda selama 2 hari ini, berbagai masukan dan ide konstruktif yang muncul diharapkan menjadi bekal bersama. Dengan tujuan, mewujudkan Kabupaten Jayapura yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Plt. Sekda menegaskan visi daerah yang menjadi pijakan bersama, yaitu “Kasih Mempersatukan Perbedaan”.
“Ini nilai luhur yang harus kita hidup dalam setiap kebijakan dan tindakan nyata,” ujarnya.
Sekda mengungkapkan Kepala Daerah tidak menutup mata terhadap tantangan ke depan. Justru pekerjaan sesungguhnya dimulai setelah Rakerda ditutup menjadi program kerja yang menyentuh masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk meningkatkan kinerja, menjaga integritas, dan memperkuat sinergi lintas sektor. Tidak boleh ada OPD yang bekerja sendiri-sendiri. Tidak boleh ada distrik yang tertinggal.
Ketua panitia, Dr. Abdul Rahman Basri, mengatakan Rakerda ini dilaksanakan untuk menyelaraskan program kerja sekaligus memperkuat koordinasi antar perangkat daerah.
Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi lintas sektor serta merumuskan kebijakan dan rekomendasi strategis bagi pembangunan daerah ke depan.
Peserta Rakerda melibatkan unsur Forkopimda, DPRD, seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Selama pelaksanaan, sejumlah poin penting berhasil dirumuskan, di antaranya program prioritas pembangunan daerah, rekomendasi peningkatan kinerja perangkat daerah, serta penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan visi “Kasih Mempersatukan Perbedaan.”(El)















