banner 728x90

Berita  

Ondofolo Yanto Eluay Dukung Penuh MBG: Tak Ada Program Presiden yang Tak Berpihak Kepada Rakyat

Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay.

SENTANI, Jelajahpapua.com – Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah pusat di bawah Presiden Republik Indonesia.

Ondofolo Yanto menilai program MBG memiliki tujuan yang sangat baik karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif terhadap program tersebut hanya karena adanya dugaan insiden keracunan yang kini masih dalam proses penanganan dan pemeriksaan, kata Ondofolo Yanto Eluay saat di wawancara di Sentani, Rabu 12/08/2026.

Menurut Ondofolo Yanto, setiap program pemerintah harus dilihat secara utuh, termasuk manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Tidak ada program pemerintah pusat, program Presiden, yang tidak berpihak kepada masyarakat. Semua program yang dibuat pemerintah tentu memiliki tujuan untuk membantu dan memberikan manfaat kepada rakyat,” ujar Yanto.

Ia menilai MBG merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak. Program tersebut juga dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas pendidikan karena anak-anak mendapatkan makanan bergizi selama berada di sekolah.

Yanto mengajak masyarakat melihat sisi positif MBG secara objektif. Menurutnya, persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan program harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan, bukan menjadi alasan untuk menolak seluruh program.
“Jangan hanya karena ada persoalan, kemudian kita melihat program ini semuanya tidak baik. Kita harus melihat manfaatnya bagi anak-anak kita,” katanya.

Ia mengatakan, MBG dapat membantu anak-anak yang mungkin tidak sempat mendapatkan makanan di rumah. Dengan adanya makanan di sekolah, kebutuhan gizi mereka tetap mendapat perhatian sehingga diharapkan dapat mendukung proses belajar.

Menurutnya, program tersebut juga dapat menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak untuk lebih rajin datang ke sekolah.
“Anak-anak kita mendapatkan makanan di sekolah. Ini juga menjadi salah satu faktor yang memotivasi mereka untuk bangun pagi, mandi, kemudian datang ke sekolah,” ujarnya.

Namun demikian, Ondofolo Yanto menegaskan dukungan terhadap MBG bukan berarti mengabaikan persoalan keamanan pangan. Ia meminta setiap kejadian yang muncul dalam pelaksanaan program ditangani secara serius dan transparan, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian mengenai penyebab maupun langkah perbaikannya.

Ia berharap pemerintah dan pihak pelaksana terus memperketat pengawasan terhadap kualitas makanan, kebersihan, proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada anak-anak.
“Programnya baik, tetapi pelaksanaannya harus terus dievaluasi dan diperbaiki. Jangan sampai tujuan baik untuk memberikan makanan bergizi justru menimbulkan persoalan bagi anak-anak kita,” tegasnya.

Ondofolo Yanto juga mengajak masyarakat memberikan ruang kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG. Menurutnya, program berskala besar tentu membutuhkan pengawasan dan perbaikan secara berkelanjutan.

Sebagai pemimpin adat, ia berharap masyarakat tetap mendukung program-program pemerintah yang menyentuh kepentingan rakyat, sembari bersama-sama mengawasi pelaksanaannya.
“Intinya, kita dukung program yang berpihak kepada masyarakat. Kalau ada kekurangan, mari kita evaluasi dan perbaiki bersama. Jangan langsung menolak programnya,” pungkasnya. (El)