SENTANI, Jelajahpapua.com – Para Ondofolo dari wilayah Sentani Timur, Sentani Tengah, dan Sentani Barat menegaskan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), keamanan, serta kedamaian di Kabupaten Jayapura. Sikap tersebut disampaikan dalam Rapat Besar Rayoyang Bhuyakha yang digelar di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Jumat (24/7/2026).
Pertemuan para pemimpin adat itu menjadi forum strategis untuk menyatukan sikap dalam menghadapi berbagai persoalan di Kabupaten Jayapura, sekaligus memperkuat dukungan terhadap pembangunan, persatuan masyarakat, dan terciptanya situasi yang aman serta kondusif.
Salah satu poin utama yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah penolakan terhadap rencana aksi demonstrasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus 2026. Para tokoh adat menilai stabilitas keamanan harus tetap dijaga agar pembangunan dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, mengatakan rapat besar tersebut bertujuan mempererat kebersamaan seluruh tokoh adat untuk mewujudkan Sentani yang aman, maju, dan sejahtera.
“Hari ini kami menggelar rapat besar dengan tujuan utama membangun Sentani yang lebih baik ke depan. Kami ingin masyarakat hidup lebih sejahtera. Karena itu, rapat ini akan menghasilkan langkah-langkah yang berpihak pada kemajuan masyarakat Sentani,” ujarnya.
Menurut Yanto, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Sentani dan Kabupaten Jayapura, agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berpotensi mengganggu ketenteraman daerah.
“Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian dan menghormati komitmen para tokoh adat. Jangan sampai ada aksi yang membuat situasi menjadi tidak kondusif. Kita harus menjaga wilayah adat ini demi kemajuan Kabupaten Jayapura,” katanya.
Sementara itu, Ondofolo Hedam Dasim Kleubeuw, Harly Ohhey, meminta aparat kepolisian mempertimbangkan aspek keamanan dalam menyikapi rencana aksi tersebut.
“Saya meminta kepada Polda Papua, Polresta Jayapura Kota, maupun Polres Jayapura agar tidak memberikan izin terhadap rencana demonstrasi tersebut karena dikhawatirkan dapat berujung pada tindakan anarkis yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Harly juga mengimbau seluruh masyarakat, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun masyarakat non-Papua, agar tidak mudah terhasut ataupun terlibat dalam kegiatan yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
“Jayapura selama ini dikenal sebagai daerah yang damai. Mari kita jaga bersama ketenangan dan keamanan yang sudah terpelihara dengan baik,” ujarnya.

Hal yang sama juga di sampaikan Ondofolo Kampung Homfolo, Anderson Tokoro, menegaskan penolakan terhadap segala bentuk aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat di wilayah adat Sentani.
“Kami menolak segala tindakan anarkis ataupun demonstrasi yang dapat mengganggu ketenteraman di wilayah adat kami. Tanah ini adalah rumah besar kita bersama. Siapa pun yang datang dan tinggal di sini harus menghormati aturan adat yang berlaku,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda Papua agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang dapat memecah persatuan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pemuda Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura, agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak dari luar yang dapat memecah persatuan. Mari kita tetap fokus membangun daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Anderson.
Melalui Rapat Besar Rayoyang Bhuyakha, para Ondofolo berharap seluruh elemen masyarakat terus memperkuat persatuan, menghormati hukum adat, menaati aturan yang berlaku, serta bersama-sama menjaga stabilitas keamanan sebagai modal utama mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jayapura.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Ondofolo Kampung Sosiri Boaz Asa Enock, Ondofolo Yoka David R. Mebri, Kepala Suku Doyo Lama Barnabas Nukuboy, Ondofolo Kampung Yobeh Bernard Felle, Ondofolo Kampung Abar Cornelis Doyapo, Ondofolo Babrongko Ramses Wally, Ondofolo Kampung Atamali Septinus Ibo, Ondofolo Kampung Putali Jhon Victor Minum, Ondofolo Puay Yakob Fiobetauw, dan tokoh adat lainnya. (El)














