banner 728x90

Berita  

Forum Pengusaha Asli Khenambay Umbay Tagih Janji Pemkab Jayapura

Forum Pengusaha Asli Khenambay Umbay saat foto bersama, usai melakukan jumpa pers di Obhe Menggali Sentani, Selasa 02/06/2026.

SENTANI, Jelajahpapua.com – Forum Pengusaha Asli Khenambay Umbay kembali menyuarakan harapan agar Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan kepastian bagi pengusaha asli khenambay umbay untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan daerah, kata Ketua Harian Forum Pengusaha Asli Khenambay Umbay, Dixon Ohee, saat melakukan jumpa pers di Obhe Menggali Sentani, Selasa 02/06/2026.

Dixon menegaskan aspirasi yang disampaikan forum bukan tanpa dasar. Menurutnya, keberpihakan terhadap pengusaha asli Papua telah diatur melalui berbagai regulasi, mulai dari Peraturan Daerah Kabupaten Jayapura hingga kebijakan pemerintah pusat. Peraturan Presiden Nomor 108, serta keberpihakan kepala daerah sebenarnya sudah ada dan telah ditunjukkan oleh Bupati Jayapura.

Ia berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada tingkat kebijakan semata, tetapi dapat diterjemahkan secara nyata oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan.

Menurut Dixon, hingga memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, berbagai paket pekerjaan pemerintah telah berjalan. Sejumlah proyek bahkan telah ditayangkan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Namun, para pengusaha asli kabulaten jayapura yang tergabung dalam forum mengaku belum merasakan manfaat dari kebijakan tersebut.
“Kurang lebih sudah ada 40 paket pekerjaan yang ditayangkan dan diproses, namun sampai sekarang belum ada realisasi yang kami rasakan,”ujarnya.

Ada beberapa contoh dari Dinas Kesehatan terkait kegiatan pekerjaan pembangunan pustu dan rumah dinas di ravenirara yang dikerjakan oleh kontraktor dari luar kabupaten jayapura. Sehingga ini menjadi perhatian dari Pemkab Jayapura, khususnya Bupati Jayapura.

Ia mengungkapkan, Forum Pengusaha Asli Khenambay Umbay telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah, termasuk bertemu Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura. Dalam berbagai pertemuan tersebut, sejumlah komitmen telah dibangun bersama, namun hingga kini para pengusaha masih menunggu realisasi yang nyata.

Mantan ketua Hipmi Kab Jayapura, Ivone Alfera Suebu,SE., mengatakan Forum juga meminta seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk menjalankan kebijakan dan arahan Bupati Jayapura terkait pemberdayaan pengusaha asli, ada perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pengusaha asli Papua.

Menurutnya, pengusaha asli Papua merupakan bagian dari masyarakat yang juga memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah dan menikmati manfaat dari berbagai program pemerintah yang dilaksanakan di wilayahnya sendiri.

Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura dapat segera merespons aspirasi yang telah disampaikan Forum Pengusaha Asli Khenambay Umbay melalui berbagai pertemuan dan komunikasi yang telah dilakukan selama ini.

Ia juga berharap terjalin komunikasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal sehingga tercipta hubungan kemitraan yang saling mendukung dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jayapura.
“Dengan adanya kepastian dan komunikasi yang baik, kami yakin pengusaha asli Papua dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jayapura,” ungkapnya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Jayapura segera memberikan kepastian terkait keterlibatan pengusaha asli kabupaten jayapura dalam berbagai pekerjaan dan program pembangunan daerah.

Hal yang sama juga di sampaikan koordinator forum pengusaha wilayah Grime, Yosias Samon dan kordinataor forum Tanah Merah Moy, Marthen Nikson Ondi Wafumilena, meminta dengan segera memberikan kepastian terkait keterlibatan pengusaha asli Papua dalam berbagai proyek dan program pembangunan daerah.

Kenyataannya pengusaha lokal hingga kini masih menunggu kejelasan dari pemerintah daerah meskipun telah beberapa kali melakukan komunikasi dan pertemuan dengan sejumlah pejabat terkait.
“Kami ingin menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura bahwa yang kami butuhkan saat ini adalah kepastian bukan janji. Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Sekda maupun Asisten II, tetapi sampai hari ini belum ada kepastian yang kami terima,” ujarnya.

Menurutnya, para pengusaha asli Papua tidak ingin terus berada dalam posisi menunggu tanpa adanya kejelasan mengenai peluang pekerjaan yang dapat mereka akses. Kepastian tersebut dinilai penting agar para pelaku usaha dapat merencanakan dan menjalankan aktivitas usahanya dengan baik.

Pemkab Jayapura dapat segera merespons aspirasi yang telah disampaikan Forum Pengusaha Asli Khenambay Umbay melalui berbagai pertemuan dan komunikasi yang telah dilakukan selama ini.

Ia juga berharap terjalin komunikasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal sehingga tercipta hubungan kemitraan yang saling mendukung dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jayapura.
“Dengan adanya kepastian dan komunikasi yang baik, kami yakin pengusaha asli dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jayapura,” tutupnya. (El)