JAYAPURA, Jelajahpapua.com – Pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 H/2026 yang berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, sesuai instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara resmi ditutup oleh Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sentani Jayapura, Senin (30/3/2026). Hal ini menandai berakhirnya periode pemantauan intensif selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026 dengan catatan baik.
Selama periode Posko yang berlangsung selama dari 13 Maret – 30 Maret 2026), Bandara Internasional Sentani Jayapura mencatatkan pertumbuhan trafik yang signifikan dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Dengan pergerakan penumpang pada periode Lebaran tahun 2026 mengalami kenaikan atau pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun 2025 yang lalu, yakni dengan total kenaikan sebesar 3,3% atau setara dengan 87.302 penumpang, untuk pergerakan pesawat juga mengalami kenaikan sebesar 8,8% atau 1.630 pergerakan pesawat baik Take Off maupun landing, jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun 2025, dan untuk Kargo juga mengalami kenaikan sebesar 16,3% atau setara dengan 3.716,2 Ton jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun 2025.
Untuk puncak arus mudik di Bandara Internasional Sentani Jayapura, terjadi pada hari Rabu tanggal 18 Maret 2026 dengan penumpang sebanyak 6.319 penumpang, Pergerakan Pesawat sebanyak 136 pergerakan baik take off maupun landing, serta untuk kargo seberat 305 ton, serta untuk arus balik terjadi pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2026, dengan penumpang sebanyak 6.438 orang, Pergerakan Pesawat sebanyak 104 pergerakan baik take off maupun landing, serta untuk kargo seberat 223 ton.
General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, Kantor Otoritas Bandara, AirNav Indonesia, BMKG, BASARNAS hingga pihak maskapai dan ground handling.
“Kesuksesan operasional tahun ini adalah buah dari koordinasi yang solid. Meski volume penumpang meningkat, kita berhasil mempertahankan zero accident dan meminimalisir kendala di lapangan. Keamanan dan kenyamanan masyarakat Papua yang melakukan mudik adalah prioritas utama kami,” ujarnya di sela-sela Apel Penutupan Posko.
Dengan ditutupnya Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 H/2026 ini, operasional Bandara Internasional Sentani Jayapura kembali ke status reguler. Namun, manajemen memastikan bahwa standar pelayanan prima akan tetap terus dipertahankan demi kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara.
Manajemen Bandara Sentani juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan calon penumpang yang telah tertib mengikuti aturan penerbangan, sehingga suasana mudik di Bumi Cenderawasih berlangsung aman dan kondusif. (El)















