banner 728x90

Berita  

Kemerdekaan HUT RI, Warga Kampung Sabron Yaru Gelar Lomba Tradisional dan Baksos

SENTANI BARAT, Jelajahpapua.com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan masyarakat Kampung Sabron Yaru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Suasana penuh kebersamaan, canda tawa anak anak yang mengikuti lomba tradisional khas 17-an, terlihat dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial dari pemerintah untuk masyarakat setempat.

Sejumlah perlombaan seperti lari balap karung, makan kerupuk, dan membawa kelereng menjadi hiburan tersendiri. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap perlombaan, sementara orang tua dan warga memberikan dukungan dari sisi lapangan.
Selain perlombaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial berupa 50 paket sembako kepada masyarakat Kampung Sabron Yaru.

Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah hadir dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat adat dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kebersamaan serta memperkuat persatuan antara masyarakat asli Papua dan masyarakat non-Papua.

“Ini merupakan langkah awal untuk membangkitkan semangat dan membulatkan satu tekad. Tidak ada perbedaan antara orang Papua asli dengan orang non-Papua. Kita harus bersatu, berpegang teguh, dan menuju pembangunan yang lebih maju,” ujar Nikodemus.

Menurutnya, kegiatan sederhana seperti ini memiliki makna penting karena mempertemukan pemerintah, masyarakat adat, dan warga dalam suasana penuh kekeluargaan.

Nikodemus berharap kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak berhenti pada kegiatan kali ini, tetapi dapat terus berlanjut pada momentum-momentum berikutnya.

“Kami berharap ke depan, pada tahun-tahun berikutnya maupun hari-hari besar lainnya, pemerintah tetap memiliki niat baik untuk datang bertemu dengan kami dan masyarakat adat. Jangan hanya ini sekadar kegiatan, tetapi terus kita tingkatkan persatuan dan persaudaraan antara orang asli Papua dan non-Papua,” katanya.

Semangat Kebersamaan

Ia pun menegaskan semangat kebersamaan tersebut sebagai bagian dari kecintaan terhadap Indonesia.

“Papua untuk Indonesia, dan Indonesia juga untuk Papua. Tetap satu kemerdekaan kita. Merdeka!” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang guru, Martha Ayakeding, mengaku bersyukur kegiatan tersebut dapat mempertemukan masyarakat, orang tua, guru, dan anak-anak dalam suasana penuh kebersamaan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan motivasi kepada anak-anak sekaligus menanamkan nilai-nilai kemerdekaan sejak dini.

“Kami sangat bangga. Kami memang membutuhkan kegiatan seperti ini untuk memotivasi anak-anak ke depan. Ini merupakan salah satu bagian dari mengisi kemerdekaan,” ujar Martha.

Lanjut ia, meski informasi mengenai kegiatan baru diterima sehari sebelumnya, antusiasme masyarakat dan anak-anak tetap tinggi. Hal itu menunjukkan bahwa semangat warga untuk merayakan kemerdekaan masih sangat kuat.

Ia juga mengapresiasi dukungan Ondoafi Kampung Sabron Yaru bersama keluarga serta kehadiran pemerintah sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
“Walaupun kegiatan ini sederhana, kami mengambil hikmahnya bahwa ini adalah bagian dari kemerdekaan dan bagian dari upaya kami mengisi kemerdekaan. Harapan kami, jangan hanya tahun ini. Tahun-tahun mendatang semoga kegiatan seperti ini bisa lebih meriah lagi,” harapnya.

Kegiatan tersebut pun menjadi momentum sederhana namun bermakna untuk mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, tokoh adat, orang tua, dan generasi muda dalam semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (**)