banner 728x90

Dugaan Gangguan Kesehatan Usai Mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis di Depapre, Polres Jayapura Lakukan Penyelidikan

SENTANI, Jelajahpapua.com – Satreskrim Polres Jayapura bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah warga usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Selasa (4/8/2026).

Dipimpin Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., didampingi Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean, S.Tr.K., S.I.K., dan Kanit Pidum Satreskrim IPTU Frisco R. Domo bersama personel Identifikasi dan piket Reskrim, petugas mendatangi lokasi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dapur Makanan Bergizi Gratis/Satuan Pelayanan Gizi Nasional (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel yang berada di Jalan Waiya, Distrik Depapre.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., melalui Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan bahwa langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab insiden sekaligus mengumpulkan alat bukti guna kepentingan penyelidikan.

“Begitu menerima laporan masyarakat, personel langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Papua untuk pemeriksaan sampel makanan,” ujar Kasat Reskrim.

Dalam olah TKP, petugas melakukan pemeriksaan di dua lokasi, yakni dapur MBG dan rumah koordinator MBG. Sejumlah titik yang berkaitan dengan proses pengolahan dan penyimpanan makanan didokumentasikan serta diperiksa secara menyeluruh.

Petugas kemudian mengamankan enam sampel makanan sebagai barang bukti yang terdiri dari sampel masakan sayur, tempe kecap, sisa makanan dalam keranjang, buah semangka, minyak sisa penggorengan, serta tiga porsi makanan MBG yang belum didistribusikan. Seluruh sampel tersebut telah diserahkan dan diamankan ke Laboratorium Forensik Polda Papua untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang yang terdiri dari pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut maupun yang memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan program MBG. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian, prosedur pengolahan makanan, hingga proses pendistribusiannya.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Papua. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Saat ini perkara masih dalam tahap penyelidikan. Seluruh barang bukti telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan laboratorium. Proses penyidikan akan dilakukan secara profesional, ilmiah, dan transparan untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden ini,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pemeriksaan terhadap para pihak masih terus berlangsung guna melengkapi alat bukti dan memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif. Polres Jayapura memastikan setiap perkembangan penanganan perkara akan disampaikan kepada masyarakat berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. **