SENTANI, Jelajahpapua.com – Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Panti Asuhan Putri Kerahiman sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah kebakaran yang menghanguskan gudang logistik sekaligus rumah suster.
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua IKT Provinsi Papua terpilih periode 2026–2031, Zet Saalino, S.H., M.H., didampingi para pembina IKT Provinsi Papua serta pengurus IKT Kabupaten Jayapura, di Panti Asuhan Putri Kerahiman Sentani, Kamis 30/07/2026.
Zet Saalino mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud empati masyarakat Toraja di Papua terhadap anak-anak yatim piatu yang terdampak musibah. Bantuan yang diberikan berupa beras, minyak goreng, telur, mi instan, biskuit, dan berbagai kebutuhan pangan lainnya.
“Nilai bantuan ini mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan panti yang menampung sekitar 50 anak yatim piatu. Namun kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak agar tetap kuat menghadapi cobaan,” ujarnya.
Menurutnya, aksi kemanusiaan tersebut merupakan implementasi dari falsafah masyarakat Toraja Siporannu’, Sipopa’di’, yang bermakna saling menopang, saling menguatkan, dan saling membantu. Nilai tersebut tidak hanya diterapkan di lingkungan internal masyarakat Toraja, tetapi juga diwujudkan kepada seluruh masyarakat Papua yang membutuhkan.
Ia berharap semakin banyak pihak yang ikut peduli terhadap kondisi Panti Asuhan Putri Kerahiman, terutama untuk membantu pembangunan kembali fasilitas yang terbakar agar anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas dan pendidikan dengan nyaman.
Selain menyerahkan bantuan, rombongan IKT juga memberikan motivasi kepada anak-anak panti agar tetap tabah, terus berdoa, dan tidak kehilangan semangat untuk meraih cita-cita meski tengah menghadapi musibah.

Sementara itu, Kepala Panti Asuhan Putri Kerahiman, Suster Gerarda Untu DSYE, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan IKT Provinsi Papua.
Menurutnya, kebakaran telah menghanguskan bangunan yang menjadi pusat penyimpanan seluruh kebutuhan panti, mulai dari gudang bahan makanan, gudang pakaian seragam dan pakaian sumbangan, gudang logistik, peralatan dapur, hingga rumah tempat tinggal para suster.
“Semua kebutuhan anak-anak berada di bangunan itu. Gudang bahan makanan, pakaian, logistik, peralatan dapur, sampai rumah suster semuanya habis terbakar. Karena itu kami sangat bersyukur atas kepedulian Ikatan Keluarga Toraja. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak panti,” ungkapnya.
Suster Gerarda menjelaskan, kebutuhan bahan makanan dan peralatan dapur kini mulai tercukupi berkat bantuan dari berbagai pihak. Namun, masih ada sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan, terutama perlengkapan pribadi bagi anak-anak perempuan.
“Yang masih kami butuhkan saat ini adalah sabun, sampo, dan pakaian dalam untuk anak-anak perempuan. Untuk bahan makanan, puji Tuhan sudah cukup banyak yang membantu,” tuturnya.
Ia berharap kepedulian dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir sehingga proses pemulihan dan pembangunan kembali Panti Asuhan Putri Kerahiman dapat segera terwujud. (El)














