SENTANI, Jelajahpapua.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar kegiatan sosialisasi modul bagi pelaksana program Makan Begizi Geratis (MBG) di tingkat kabupaten sebagai bagian dari percepatan implementasi program Sosialisasi “Cara Halus agar Anak Memilih Sayur”, mendukung peningkatan gizi masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, perwakilan instansi terkait, tenaga kesehatan, serta sejumlah peserta yang mengikuti di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Jayapura, Kamis (21/5/2026).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP, dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Jayapura menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak sekolah di kabupaten jayapura.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Program tersebut juga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam mewujudkan Kabupaten Jayapura yang aman, nyaman, mandiri, maju, dan berkelanjutan.
Sesuai arahan dari Bupati Jayapura agar ke depan program MBG dapat memanfaatkan kearifan lokal dan potensi daerah sebagai ciri khas dalam penyediaan menu makanan di dapur-dapur MBG.
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Dr. Gunalan AP., M.Si, mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan sekitar 23 modul yang menjadi bahan promosi dan edukasi. Dengan pelaksanaan kick off pertama dilakukan di Jayapura karena dinilai memiliki inovasi yang sangat baik terhadap pelaksanaan Program MBG.
Dari data yang ada terdapat sejumlah testimoni positif yang diterima, salah satunya terkait meningkatnya semangat anak-anak untuk bersekolah karena penasaran dengan menu MBG yang disajikan setiap hari.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan SPPI, baik Kepala SPPG, ahli gizi, maupun ahli akuntansi, dapat menjadi agen edukasi yang menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait Program Makan Bergizi Gratis.
Untuk Kabupaten jayapura ada 24 dapur MBG yang aktif, 589 penerima manfaat beroperasi di Jayapura dan seluruhnya dalam kondisi baik. Namun, variasi menu yang disajikan masih terbatas, yakni sekitar lima hingga tujuh menu, sehingga dikhawatirkan dapat membuat anak-anak cepat merasa bosan.
Karena itu, pihaknya mendorong agar para ahli gizi dapat menambah variasi menu, sebagaimana yang telah diterapkan di sejumlah sekolah di Pulau Jawa dengan pilihan menu yang mencapai sekitar 30 jenis.
“Kami mendorong agar ahli gizi dapat menambah variasi menu sehingga anak-anak tidak cepat bosan,” pungkasnya. (El)














