banner 728x90

Peringati Hari Tani Nasional, Masyarakat Atamali Dukung Penuh PSN Pertanian

Ondofolo Kampung Atamali, Septinus Ibo, Kepala BPP Toware, Hesti Felle, Ketua RW Kampung Atamali, Johnny Alfred Ibo, bersama masyarakat Kampung Atamali, Selasa 22/09/2026.

SENTANI, Jelajahpapua.com – Peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Kampung Atamali, Kabupaten Jayapura, menjadi momentum memperkuat dukungan masyarakat terhadap Program Strategis Nasional (PSN) di bidang pertanian.

Mengusung tema “Masyarakat Adat sebagai Penggerak Lumbung Desa untuk Pangan Berdaulat di Tanah Papua”, kegiatan tersebut diisi penyuluhan pertanian, pembagian bibit tanaman dan bakti sosial dengan pembagian sembako, Selasa 22/09/2026.

Masyarakat Kampung Atamali menerima bantuan bibit cabai, tomat, pepaya, bayam dan kangkung serta sembako. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan kebun produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Ondofolo Kampung Atamali, Septinus Ibo, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan pertanian melalui PSN. Program tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat kampung yang ingin meningkatkan kemampuan bercocok tanam dan menghasilkan pangan secara mandiri.

Ia menilai dukungan program harus dibarengi penyuluhan dan pendampingan agar masyarakat mampu mengelola lahan secara efektif, mulai dari proses penanaman hingga pemanfaatan hasil panen.
“Dalam rangka memperingati Hari Tani, saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar kita bertani dengan baik. Kita harus mengetahui bagaimana cara menanam dan bagaimana ke depannya kita tetap bertahan hidup dari bertani,” ujarnya.

Septinus Ibo mengatakan perkembangan teknologi pertanian juga perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar hasil produksi semakin baik.
“Sekarang zamannya modernisasi. Kita banyak belajar bagaimana bercocok tanam yang baik supaya kita bisa mendapatkan hasil yang baik,” katanya.

Ia berharap pemerintah memperkuat pendampingan dengan menempatkan penyuluh yang secara rutin turun ke kampung-kampung.
“Kebanyakan masyarakat kita di kampung-kampung belum tahu cara bercocok tanam yang benar dan baik. Semoga ada penyuluh yang bisa turun ke kampung-kampung untuk mengarahkan masyarakat,” ujarnya.

Kepala BPP Toware, Hesti Felle mengatakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura mendukung pelaksanaan PSN di sektor pertanian karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Hesti, bantuan bibit tidak hanya membantu menyediakan pangan, tetapi juga berpotensi mengurangi pengeluaran rumah tangga ketika tanaman berhasil dipanen dan dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.
“Ketika mereka bertanam dan mendapatkan hasil dari bibit tanaman tersebut, hasil panennya bisa menekan pengeluaran dalam keluarga,” ujarnya.

Hesti menambahkan, salah satu pengembangan PSN pertanian berada di Distrik Nimbokrang melalui program padi sawah. Petani, kata dia, menyambut baik program tersebut karena mendapat fasilitasi dan dukungan pemerintah.
“Untuk program PSN, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura sangat menyambut positif. Petani di sana menyambut kegiatan ini dengan baik karena memang difasilitasi dan mendapatkan bantuan dari pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RW Kampung Atamali, Johnny Alfred Ibo, menegaskan masyarakat mendukung penuh PSN karena dinilai membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan pertanian.
“Program PSN ini bagus sekali dan sangat bermanfaat untuk masyarakat di sini,” katanya.

Johnny berharap dukungan pemerintah terhadap PSN tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi berlanjut melalui penyediaan bibit, sarana produksi dan pendampingan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Atamali.
“Masyarakat di Kampung Atamali juga bercocok tanam. Mereka membutuhkan sayur-sayuran, seperti rica, dan tanaman lainnya,” ujarnya.

Peringatan Hari Tani Nasional di Atamali menjadi momentum mempertemukan program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di tingkat kampung. Dukungan Ondofolo, penyuluh pertanian dan masyarakat menunjukkan adanya harapan agar PSN dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Dengan dukungan tersebut, pertanian di kampung diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan lumbung pangan masyarakat adat untuk mendukung kedaulatan pangan di Tanah Papua. (El)