SENTANI, Jelajahpapua.com – Dunia esports di Kabupaten Jayapura kembali digerakkan. Bukan sekadar turnamen Mobile Legends, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Jayapura mengemas kompetisi ini sebagai ruang bertemunya pemuda, UMKM, dunia usaha, sponsor, dan pelayanan pemerintah.
Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tersebut akan digelar pada 18–19 September 2026 di Halaman Parkir Hotel Suni Sentani, mulai pukul 15.00 WIT hingga selesai.
Mengusung tema “Pemuda Berprestasi, Ekonomi Kreatif Tumbuh, Investasi Jayapura Maju”, kegiatan ini menargetkan 32 tim atau sekitar 160 pemain dari Kabupaten Jayapura dan wilayah sekitarnya, termasuk Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.
Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, S.T., M.Sos., menegaskan esports tidak boleh lagi dipandang sebatas permainan atau hiburan.
Menurutnya, perkembangan dunia digital justru membuka peluang besar bagi generasi muda untuk masuk ke sektor ekonomi kreatif, menjadi kreator, membangun komunitas hingga menciptakan usaha baru.
“Kami tidak ingin anak-anak muda hanya menjadi penonton perkembangan ekonomi digital. Kami ingin mereka menjadi pelaku, menjadi kreator, menjadi pengusaha dan mampu melihat peluang dari perkembangan teknologi dan ekonomi kreatif,” tegas Gustaf.
Sebanyak 32 tim akan bersaing dalam turnamen tersebut. Setiap tim diperkuat lima pemain.
Hadiah yang disiapkan mencapai Rp6 juta, dengan rincian juara pertama Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta dan juara ketiga Rp1 juta.
Namun, menurut Gustaf, hadiah bukan satu-satunya tujuan. Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang untuk membangun sportivitas, disiplin, kerja sama tim, strategi, mental kompetitif dan kepercayaan diri anak muda.
15 UMKM Ikut Menggerakkan Ekonomi
Yang membuat event ini berbeda, sekitar 15 pelaku UMKM juga akan diberikan ruang untuk memasarkan produk mereka selama turnamen berlangsung.
Artinya, ketika ratusan pemain dan komunitas esports berkumpul, roda ekonomi lokal juga ikut bergerak.
“Ketika anak-anak muda datang bertanding, di tempat yang sama UMKM juga bergerak. Ada transaksi, ada promosi, ada interaksi dan ada peluang usaha,” ujarnya.
DPM-PTSP juga membuka kesempatan bagi sponsor dan dunia usaha untuk membuka booth sekaligus memperkenalkan produk maupun layanan mereka kepada masyarakat.
Layanan Perizinan Hadir di Tengah Event
Tidak berhenti pada pertandingan dan UMKM, DPM-PTSP juga akan membawa layanan informasi dan pelayanan perizinan berusaha langsung ke lokasi turnamen.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Pelayanan publik tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintah. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat,” kata Gustaf.
Dengan konsep tersebut, satu arena akan mempertemukan pemain esports, komunitas, UMKM, sponsor, dunia usaha dan pemerintah.
Esports Jadi Pintu Masuk Ekonomi Kreatif
Gustaf menilai ekosistem esports memiliki potensi jauh lebih besar daripada sekadar pertandingan. Di dalamnya terdapat pemain, pelatih, penyelenggara event, konten kreator, media, UMKM, sponsor dan industri digital.
Karena itu, ia berharap generasi muda Papua mulai melihat esports sebagai salah satu ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Mobile Legends hanya menjadi pintu masuk. Yang ingin kami bangun adalah semangat anak muda untuk berprestasi, berkarya dan melihat peluang ekonomi dari dunia digital,” ujarnya.
Ia pun mengajak komunitas esports dan anak muda dari Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura maupun Keerom untuk ikut ambil bagian.
32 tim, 160 pemain, 15 UMKM, dunia usaha dan layanan pemerintah akan berada dalam satu arena.
Gustaf berharap ini bukan sekadar pertandingan Mobile Legends. Ini tentang bagaimana anak muda bermain, berprestasi, berkarya sekaligus menciptakan peluang ekonomi.
Pemuda Berprestasi, Ekonomi Kreatif Tumbuh, Investasi Jayapura Maju. (El)














