banner 728x90

banner 728x90

Perdana Panen Padi Gogo, Kepala Perdana Panen Padi GogoKampung Lapua: Butuh Perhatian Pemerintah

Suasana panen padi gogo, di Kampung Lapua, Distrik Kaureh, Jumat 29/08/2025.

Distrik Kaureh, Jelajahpapua.com – Mendukung swasembada pangan, visi misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura agar pangan lokal tetap tersedia serta menghidupkan sektor pertanian di wilayah Grime Nawa. Pemerintah Kampung Lapua, Distrik Kaureh, menegembangkan potensi lahan pertanian padi gogo dengan luas 3,2 hektare, menggunakan Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp200 juta, kata Kepala Kampung Lapua, Okto Lambe, usai memanen padi gogo bersama petani dan masyarakat, Jumat 29/08/2025.

Okto Lambe mengatakan, panen perdana ini menjadi langkah awal peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian untuk pengembangan padi ladang gogo agar masyarakat bisa merasakan manfaat langsung, baik dari sisi pangan maupun pendapatan,” ujarnya.

Dana desa yang di terima sebagian besar di fokuskan untuk membeli peralatan sepeti, traktor dan mesin penggiling padi. Namun karena keterbatasan anggaran, kampung lapua tidak memiliki mesin perontok padi, sehingga panen ini petani menyewa alat dari luar.

“Dengan potensi yang ada, kami berharap pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat memberikan perhatian kepada kampung lapua untuk kitq kembangkan dengan menyiapkan lahan 10–20 ribu hektare dapat di kekola menjadi lahan pertanian padi gogo jika mendapat dujungan, ” harap okto.

Langkah besar yang kami lakukan untuk hasil panen perdana dengan lahan 3,2 hektare dikelolah melalui BUMKam Lapua, lalu diurus izinnya, dicetak brosurnya, bahkan diuji ke Balai POM untuk mendapatkan sertifikat halal.
Panen perdana, hasil panen diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat Kampung Lapua.

Lanjut Okto, selain padi gogo, lahan di Kampung Lapua berpotensi tanam kakao, kopi, dan sayur-mayur. Dari lahan 3,2 hektare, pemerintah kampung menargetkan panen 2 ton beras. Jika pengembangan berhasil, hasil produksi akan didistribusikan keluar kampung melalui BUMKam sebagai sumber pendapatan baru.

Sementara itu, salah satu petani gogo yang juga tokoh pemuda, Carles Irwa, menyambut baik program yqng dilqkukqn Kepala Kampung. Dengan adanya program lumbung padi di Kampung Lapua, kedepan program ini dapat berjalan lebih baik dan memperluas lahan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

Dengan keterbatasan anggaran, Kampung Lapua membuktikan semangat membangun potensi lokal. Namun, masyarakat masih membutuhkan dukungan bibit unggul, peralatan modern, dan pendampingan program. Apabila ada perhataian dari pemerintah, kampung lapua memiliki potensi besar menjadi sentra padi gogo di Grime Nawa sekaligus contoh nyata ketahanan pangan daerah, khusunya Kabupaten Jayapura.
(At)