banner 728x90

BPBD Kabupaten Jayapura Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Situasi Beberapa Perumahan BTN yang terdampak banjir di Kabupaten Jayapura

SENTANI,Jelajahpapua.com — Badan Penanggulana Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi hingga 31 Desember 2025, menyusul meningkatnya curah hujan, banjir, dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah sejak Oktober hingga November.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Lefinus Ragainaga, SH, mengatakan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Jayapura diprediksi memasuki musim hujan lebih awal pada September 2025 dengan intensitas 150–200 mm per bulan.

“Musim puncak hujan diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026. Kondisi ini tentunya meningkatkan potensi banjir, longsor, gelombang tinggi serta gangguan lingkungan lainnya,” kata Lefinus di Sentani, Rabu (26/11/2025).

Ada sejumlah daerah tercatat telah mengalami kejadian bencana sehingga pemerintah menetapkan status tanggap darurat antara lain, BTN Roffele,126 kk, BTN Qaliwe, 105kk, BTN Gajah Mada, 39k, BTN Citra Buana IV, 75 kk, Distrik Recenirara 32 kk, dengan total keseluruhan, 377kk.

“Pemerintah membuka penambahan wilayah tanggap darurat apabila kondisi cuaca terus memburuk,” terangnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi BMKG dan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Status tanggap darurat pertama kali diterapkan di Distrik Yapsi pada 31 Oktober–13 November 2025, setelah wilayah tersebut terdampak banjir dan longsor. Seiring berjalannya waktu, bencana serupa terjadi di Distrik Sentani, Ravenirara, dan Demta.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah kembali menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 19 November hingga 3 Desember 2025 untuk wilayah-wilayah terdampak, terutama Distrik Sentani.

“Penetapan ini berdasarkan data dan peringatan BMKG terkait perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi terus berlanjut,” ujar pejabat pemerintah daerah dalam pernyataannya.

Selain itu, laporan terbaru dari Distrik Ebungfauw (Desi Selatan) menyebutkan terjadinya longsor yang menutup badan jalan, sehingga menghambat akses masyarakat.

Pemerintah daerah telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang turun ke lapangan sejak pagi tadi, serta berkoordinasi dengan mitra setempat untuk pembersihan material longsor agar akses segera kembali normal.

Pemkab Jayapura akan terus memantau perkembangan situasi dan tidak menutup kemungkinan memperpanjang status darurat hingga awal 2026 bila kondisi cuaca tidak membaik.

Ia juga mengimbau masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi, serta segera melaporkan potensi ancaman bencana kepada aparat setempat. (Jl)