Portal Berita Terkini Seputar Papua dan Nasional. Berita terbaru seputar Berita Nasional, Pemerintah Daerah, Dewan, Olahraga, Politik, Hukum dll
RedaksiIndeks
banner 728x250
1 / 3
2 / 3
3 / 3

Berita  

Turun 9 Persen Stunting, Kabuapten Jayapura Dapat Apresiasi Dari Kepala BKKBN Papua

Penjabat Bupati  Jayapura Triwarno Purnomo BersamaKepala BKKBN Perwakilan Papua, Nerius Auparay, saat membuka kegiatan ForumKoordinasi Stunting Tingkat Kabupaten Jayapura, Kamis (13/07/2023), di Sentani.

banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Jayapura, jelajahpapua.com Kegiatan Forum Koordinasi Stunting Tingkat Kabupaten Jayapura di buka langsung Oleh Penjabat (PJ) Bupati Jayapura bersama Kepala BKKBN Perwakilan Papua, Nerius Auparay dengan dilakukan pemukulan tifa, Kamis (13/07/2023), di sentani.

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Papua, Nerius Auparay dalam sambutannya mendapat apresiasi dari Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana dalam sambutannya mengucapkan trimakasih dan mengapresiasi untuk Kabupaten Jayapura sebab dinilai berhasil dalam penurunan angka stunting dalam  waktu dua tahun terakhir.

banner 325x300

“Kami dari Perwakilan BKKBN Provinsi Papua mengapresiasi penurunan stunting di Kabupaten Jayapura, karena pada tahun 2021 ke 2022 turun 9,3 persen jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Papua ada yang cuma 1-2 persen saja,” jelasnya.
Kata Nerius program yang telah dilaksanakan pemerintah kabupaten Jayapura dalam rangka penurunan stunting benar-benar dijalankan dengan upaya memberikan kontribusi positif terhadap penurunan Stunting di Kabupaten Jayapura.

Di Papua kata Nerius  ada dua kabupaten di Papua yang angka stuntingnya masih tinggi, yakni Kabupaten Supiori dan Mamberamo Raya. Prevalensi Stunting di Papua  masih tinggi diangka 34,6 persen. Dengan adanya komitmen dari semua kepala daerah yang ada di Provinsi Papua bisa menurunkan angka stunting sesuai dengan target 14 persen pada tahun 2024.

Sementara itu, Penjabat Bupati Kabupaten Jayapura, Triwarno Purnomo mengatakan dalam menangani stunting perlu melibat semua stakeholder termasuk juga sarana pendukung dalam menjangkau pelayanan.

Kata Triwarno dari bulan Februari pemerintah Kabupaten Jayapura sudah melakukan pengukuran secara bersamaan dalam pelayanan kesehatan sampai tingkat Kampung.
“Kita berharap dengan pengukuran yang dilakukan bisa mendapatkan data yang valid, sehingga mengurangi data prevalens sesuai dengan dengan target Nasional yaitu  14 persen,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Triwarno pihaknya telah melakukan upaya pemberian vitamin tambah darah pada remaja putri di tingkat SMP dan SMA, pelayanan Posyandu, dari Rumah sakit yang terua melakukan sosialisasi dan  penguatan komunikasi  dalam rangka bersama menurunkan  stunting.

Pj Triwarno  mengingatkan dan memgajak sama sama bertanggung jawab dalam penanganan stunting mulai dari dinas Kabupaten, distrik dan Kampung harus tepat sasaran dalam penggunaan anggaran“Porsi untuk penanganan, pencegahan dan penyembuhan, semua sudah punya anggaran masing masing, sehingga tisak boleh di ganggu, sebab anak lebih penting dari operasional lainnya.

Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kampung prioritas penggunaan dana Kampung 2023 terdapat alokasi untuk penanganan stunting.” Di harapkan kepada semua kepala kampung tidak bermain-main dengan dana Kampung setiap tahunnya mereka terima, dimana  penanganan stunting, PKK dan Posyandu harus disalurkan semua sesuai dengan bagiannya dan kepala kampung harus nertanggumg jawan pada penurunan angka stunting terlebih bagi kabupaten Jayapura.

Dirirnya juga meminta kepala BKKBN Provinsi untuk mendukung dalam penurunan angka stuting, sehingga pertemuan ini bukan hanya sekedar formasiltas di atas meja, tetapi kita mampu melaksanakannya sesuai dengan fungsi dan tugas masing masing,” tutupnya. (Imel)

banner 325x300