Portal Berita Terkini Seputar Papua dan Nasional. Berita terbaru seputar Berita Nasional, Pemerintah Daerah, Dewan, Olahraga, Politik, Hukum dll
RedaksiIndeks
banner 728x250
1 / 3
2 / 3
3/ 3

Berita  

Tidak Terima Dituduh Memalsukan SK PGGJ Kabupaten Jayapura, Pdt. Joop Suebu Lapor Balik si Pelapor Abal Abal

Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura  (PGGJ), Pdt Joop Suebu Saat di Wawancara, Selasa (01/08/2023) malam.
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Jayapura, jelajahpapua.com-Merasa dirugikan dan di tuduh memalsukan dokumen SK PGGJ Kabupaten Jayapura, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura  (PGGJ), Pdt Joop Suebu dengan tegas akan lapor balik Pendeta Naftali Modouw karena Pencemaran nama baik, hal itu di sampaikan saat di wawancara Selasa (01/08/2023) malam.

Laporan balik akan di lakukan Pdt. Joop Suebu karena adanya laporan Pdt Naftali Modouw yang mengaku sebagai Ketua PGGJ yang sah hasil KLB dengan tuduhan Pdt Joop Suebu telah memalsukan SK PGGJ Kabupaten Jayapura untuk mendapatkan dana hibah senilai Rp 500 juta di bantah dengan tegas.

banner 325x300

Untuk kronologisnya, jelas  Pdt Joop Suebu tidak ada dokumen yang dipalsukan dalam mendapatkan dana hibah dari pemerintah Kabupaten Jayapura yang berjumlah 500 juta.

“Dirinya merupakan ketua Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ) hasil konferensi resmi tanggal 16 Februari 2021 di GPDI Ebenezer Yahim, Sentani, tepatnya di Pdt. Charle mokay yang dihadiri semua gereja dan denominasi gereja yang ada di kabupaten jayapura.

“Yang di pertegas lagi, Pdt Naftali Modouw sebagai ketua Panitia Konferensi II PGGJ dimana terpilihnyan Pdt. Joop Suebu dengan mekanisme melalui semua tahapan, seperti berita acara sudah ditandatangan dan saya sudah terpilih resmi oleh Gereja – gereja pada hari itu.

Bahkan  Pdt Naftali Modouw yang jemput Pdt Lifius datang untuk ibadah penutupan Konferensi II PGGJ kabupaten jayapura, tak hanya itu ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Albert Yoku pada saat itu yang menyampaikan Kebenaran Firman Tuhan, sehingga secara keabsahan organisasi saya terpilih secara sah melalui mekanisme.

Dijelaskan Joop Suebu dalam perjalanan enam bulan saat dirinya terpilih,  kemudian PGGJ versi Naftali Modouw menggelar Konferensi Luar Biasa (KLB) yang dilantik oleh Mathius Awoitauw. “Secara aturan dalam AD /ART PGGJ tidak pernah ada para pendeta dilantik oleh Bupati, Tetapi PGGJ versi Naftali Modouw dapat menggelar KLB yang di lantik Bupati, disini siapa yang sebenarnya tidak sah (abal-abal), ucapnya.

” Ini keliru dan sangat keliru. Dalam AD/ ART, saya salah satu yang membahas AD /ART bahwa tidak pernah kami cantumkan bahwa bupati sebagai penasehat, pengayom ataupun pelindung lalu datang Lantik, jelas itu tidak ada,” ucap Joop Suebu.

Bahkan Pdt Joop Suebu menyebut Pdt Naftali yang abal-abal. “Mereka tidak benar karena dalam AD /ART tidak  pernah diizinkan untuk melakukan KLB apalagi dilantik oleh Kepala Daerah.”jelasnya.

Diakui Pdt Joop Suebu, PGGJ merupakan independen, hanya saja pihaknya menghargai Persekutuan Gereja Gereja Papua (PGGP) karena secara aturan organisasi PGGP yang di atas namun tidak memiliki AD /ART juga.

” Tidak ada AD/ ART yang diturunkan dari atas untuk satu komando kebawah sehingga setiap kabupaten masih berdiri sendiri. Kalau hari ini SK Kami dibatalkan oleh PGGP itu keliru, kecuali satu komando,” tegas Pdt Joop Suebu.

Yang lebih kelirunya lagi, menurut Joop Suebu, jika PGGP mengaku membatalkan SK kepengurusan PGGJ, sementara PGGP hanya melantik, dan menandatangani berita acara, sementara SK tidak dikeluarkan sampai saat ini. ” Lalu SK yang mana yang dibatalkan. Kami hanya punya berita acara sampai dengan saat ini yang ditandatangani Naftali sebagai ketua panitia. Jika hari ini kami dilaporkan maka kami akan gugat balik atas pencemaran nama baik.”ungkapnya. (Imel)

banner 325x300